Singapura Pimpin Pengembangan Ekosistem AI Terpercaya di ASEAN
DAVOS, LELEMUKU.COM - Singapura memperkuat posisinya sebagai pemimpin regional dalam tata kelola kecerdasan buatan dengan meluncurkan kerangka kerja untuk AI agentic sekaligus memimpin upaya kolaborasi ASEAN dalam membangun ekosistem AI yang terpercaya.
Inisiatif ini diumumkan pada peluncuran Model AI Governance Framework for Agentic AI di Forum Ekonomi Dunia, 22 Januari 2026.
Kerangka kerja terbaru ini merupakan inisiatif terkini yang diperkenalkan Singapura untuk membangun ekosistem global di mana AI dapat dipercaya dan diandalkan.
Negara kota ini bekerja sama dengan negara-negara lain melalui AI Safety Institute dan memimpin Kelompok Kerja ASEAN tentang Tata Kelola AI untuk mengembangkan ekosistem AI terpercaya di kawasan, sambil mendorong kolaborasi di antara negara-negara Asia Tenggara.
IMDA juga sedang mengembangkan panduan untuk menguji aplikasi AI agentic, membangun di atas Starter Kit Testing of LLM-Based Applications for Safety and Reliability yang telah ada sebelumnya.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen Singapura untuk tidak hanya mengatur tetapi juga menyediakan alat praktis bagi organisasi dalam menerapkan AI secara bertanggung jawab.
Di tingkat domestik, berbagai inisiatif seperti MGF, toolkit AI Verify, dan Starter Kit untuk Pengujian Aplikasi Berbasis LLM telah menjadi batu loncatan penting menuju tujuan membangun ekosistem AI yang dapat dipercaya secara internasional. Pendekatan Singapura yang praktis dan seimbang memberikan pagar pembatas sambil tetap memberikan ruang untuk inovasi.
Para pemimpin industri teknologi global memberikan sambutan positif terhadap kerangka kerja ini. David Sully, CEO Advai, menyatakan bahwa jaminan teknis yang kuat akan sangat penting untuk menerapkan AI agentic secara aman dan Singapura terus menetapkan langkah dalam jaminan AI.
Sementara itu, Serene Sia dari Google Cloud menyebut kerangka kerja ini sebagai langkah konstruktif pertama dalam membangun kepercayaan terhadap AI agentic.
Nina Alag Suri, pendiri X0PA AI, menilai kerangka kerja ini penting secara strategis karena memposisikan tata kelola bukan sebagai batasan, tetapi sebagai pendorong skala yang mendefinisikan di mana otonomi sesuai, di mana penilaian manusia harus berlaku, dan bagaimana akuntabilitas dapat ditanamkan saat agen menjadi bagian integral dari operasi inti.
Sementara itu IMDA menyambut masukan dan studi kasus dari berbagai pihak untuk terus menyempurnakan kerangka kerja yang bersifat dinamis ini. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri