Natal Oikumene Kemenkum, Imigrasi, Pemasyarakatan dan KemenHAM Papua Satukan Pegawai dalam Keluarga, Doa dan Kepedulian Sesama
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Ibadah Natal Persekutuan Oikumene di Lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Papua, Kanwil Ditjen Imigrasi Papua, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Papua, Kanwil Kementerian HAM Papua Barat Wilayah Kerja Papua di Aula Utama Kanwil Kemenkum Papua di Jalan Raya Abepura, Kota Jayapura pada Selasa, 6 Januari 2025.
Perayaan Natal tersebut mengusung Tema ‘Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga’ yang terdapat di dalam Injil Matius 1:21-24 dan Sub Tema ‘Melalui Natal Persekutuan Oikumene, Kita Wajudkan Kepedulian dan Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat di Tanah Papua’.
Kakanwil Kemenkum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba dalam Pesan dan Kesan Natalnya menyampaikan amanat yang mendalam mengenai rasa syukur, kepedulian sosial, dan pentingnya hubungan spiritual dengan Tuhan.
“Dua hal utama, yaitu untuk merefleksikan Natal tahun ini adalah doa dan kepedulian kepada sesama,” ujar dia.
Ayorbaba mengingatkan agar setiap orang selalu berdoa sebagai cara untuk tetap terhubung dengan Sumber Kehidupan, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Menurutnya, hanya melalui doa seseorang bisa mendapatkan ketenangan dan kedamaian di tengah tantangan hidup yang sulit.
“Yang kedua kepedulian kepada sesama. Allah peduli pada manusia, maka manusia pun harus peduli pada sesama. Kepedulian ini bukan sekadar kata-kata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan iman,” tegas Ayorbaba.
Ia menceritakan tentang masa jabatannya yang cukup panjang di Tanah Papua. Saat ini, ia memasuki tahun keenam sebagai Kakanwil Papua, dan jika ditotal dengan masa jabatan di Papua Barat, maka ia telah mengabdi selama hampir 8 tahun lebih.
Ayorbaba mengungkapkan transformasi dirinya dari yang menjadi Kakanwil termuda se-Indonesia pada tahun 2018, hingga kini menjadi salah satu Kakanwil paling senior.
Selanjutnya ia pun mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara perayaan ini, para mitra kerja, dan para pengisi acara.
“Motivasi utamanya saya tetaplah untuk membawa Papua menjadi lebih baik dan maju ke depan,” ungkapnya.
Ketua Panitia Natal, Victor Lucky Maturbongs dalam laporannya menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada program kerja Persekutuan Oikumene Tahun 2025 dan keputusan Ketua Oikumene yang ditetapkan pada November 2025.
Ia menekankan bahwa perayaan Natal ini bukan sekadar seremonial, melainkan bertujuan untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus dan mempererat tali persaudaraan di antara seluruh pegawai di lingkungan Kemenkumham wilayah Papua.
Sejalan dengan Sub Tema Natal yang mengusung nilai kepedulian, panitia mengawali rangkaian kegiatan dengan aksi kunjungan kasih atau anjang sana ke Yayasan Humania di Polimak.
Dalam kunjungan tersebut, persekutuan menyalurkan bantuan berupa satu set sound system dan paket sembako sebagai bentuk nyata dari kasih dan kepedulian sosial kepada sesama.
“Keberhasilan perayaan ini tidak lepas dari gotong royong seluruh elemen kantor. Seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari sumbangan sukarela para pegawai,” sebut Maturbongs.
Selanjutnya, Ketua Persekutuan Oikumene Kemenkum Papua, Ruben Konstan Samai menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai satu keluarga besar di tengah perubahan struktur organisasi kementerian.
“Semangat kebersamaan di Papua tidak boleh goyah. Kita semua hadir di tempat ini karena kita adalah satu keluarga. Meskipun kita berbeda dalam tugas-tugas, tetapi dalam persekutuan kita masih tetap menjadi satu," ucap dia.
Menyambut tahun yang baru, Samai mengajak seluruh anggota Persekutuan Oikumene di Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk kembali aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan rutin. Beberapa agenda yang direncanakan adalah kunjungan ke panti asuhan, yayasan dan pengaktifan kembali jadwal ibadah rutin persekutuan.
“Damai Natal dapat dirasakan hingga ke keluarga masing-masing pegawai,” harapnya.
Pelayan Firman, Pastor John Bunay, Pr mempertegas pentingnya peran Roh Kudus dalam menjaga keharmonisan keluarga, dan ajakan bagi setiap pribadi untuk menggunakan seluruh potensi hidupnya demi kemuliaan Tuhan.
“Roh Kudus sebagai Benteng dalam Konflik Rumah Tangga,” sebut dia.
Pastor Bunay menyoroti dalam kehidupan rumah tangga, kemarahan antara suami dan istri adalah hal yang biasa terjadi. Namun, ia mengingatkan orang Kristen jika ada dalam situasi tersebut wajib mengaminkan keberadaan Roh Kudus sebagai benteng penolong.
“Dengan mengandalkan Roh Kudus, kata-kata negatif yang masuk melalui telinga dan mata tidak akan menyebabkan sakit hati dalam pikiran dan hati. Ingat, hati yang gembira adalah obat,” tegasnya.
Mengakhiri khotbahnya, ia meminta setiap orang untuk meneladani 3 Orang Majus yang memberikan yang terbaik. Menurutnya, mereka tidak hanya membawa persembahan fisik berupa emas, mur, dan kemenyan, tetapi juga menggunakan kepintaran mereka untuk mencari Yesus sang Juru Selamat.
“Hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan. Setiap orang dipanggil untuk mempersembahkan apa yang mereka miliki, baik itu otak atau kepintaran, karakter, talenta, maupun potensi. Yang digunakan bagi kemuliaan Allah di tempat yang maha tinggi. Melayani lebih sungguh menjadi inti dari pesan yang disampaikan kepada jemaat,” pesan Pastor.
Perayaan Natal tersebut dihiasi dengan pujian yang dinyanyikan oleh Yayasan Humania, Sonya Bara, Pegawai Kanwil Kemenkum Papua, Trio Swat, dan Konak Akustik Papua. Serta Diakhiri dengan penukaran kado natal. (Laura)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri






