Kronologi 11 Kaum Awam Katolik Papua Ditahan Polisi Usai Aksi Bisu di Gereja Katedral Merauke

Kronologi 11 Kaum Awam Katolik Papua Ditahan Polisi Usai Aksi Bisu di Gereja Katedral Merauke

MERAUKE, LELEMUKU.COM - Sebelas anggota Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua ditahan aparat kepolisian setelah menggelar aksi bisu di halaman Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius, Keuskupan Agung Merauke, pada Minggu 25 Januari 2026. 

Aksi ini merupakan kelanjutan tuntutan mingguan terhadap sikap Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC terkait dukungannya terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Anim Ha serta keputusan pensiun atau penonaktifan Pastor Pius Cornelis Manu Pr, seorang pastor asli Papua.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.57 WIT setelah misa Minggu. Para peserta, yang dipimpin Kosmas D.S. Dambujai (Stenly Dambujai), membentangkan spanduk, pamflet, dan stiker sebagai bentuk protes bisu. 

Sekitar pukul 10.59 WIT, petugas Polres Merauke menghentikan aksi dengan menarik paksa para demonstran ke halaman belakang gereja. 

Sempat terjadi adu mulut antara polisi dan peserta aksi, di mana dua perempuan diduga mengalami pemukulan fisik selama proses pembubaran.

Kesebelas orang yang ditahan adalah Kosmas D.S. Dambujai, Maria Amotey, Salerus Kamogou, Enjel Gebze, Marinus Pasim, Siria Yamtop, Matius Jebo, Ambrosius Nit, Hubertus Y. Chambu, Abel Kuruwop, dan Fransiskus Nikolaus. 

Mereka dibawa ke Polresta Merauke dan menjalani interogasi selama sekitar 11 jam, dari pukul 11.00 WIT hingga pukul 22.00 WIT. Polisi meminta mereka membuat surat pernyataan, namun tuntutan tersebut ditolak oleh para peserta.

Melalui pernyataan resmi Suara Kaum Awam Katolik Papua, yang ditandatangani Stenly Dambujai dan Chris Dogopia, kelompok ini menyatakan tuntutan utama meliputi klarifikasi segera dari Uskup Agung Merauke atas dukungannya terhadap PSN di Tanah Anim Ha Selatan Papua, penggantian Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, investigasi oleh Vatikan, KWI, dan uskup-uskup Papua atas dugaan keterlibatan hirarki gereja dalam PSN yang berdampak pada ekosida, spiritsida, etnosida dan genosida di tanah adat.

Mereka juga menuntut adanya uskup asli Papua di tiga keuskupan yang masih dipimpin oleh non-Papua, yaitu Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agats-Asmat, dan Keuskupan Manokwari-Sorong. Mereka juga menolak keputusan pensiun Pastor Pius Cornelis Manu Pr.

Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua serta LBH Papua Merauke mendampingi para tahanan dan mendesak pembebasan segera dengan alasan aksi bersifat damai serta merupakan isu internal umat Katolik. Ada laporan kekerasan fisik ringan selama pembubaran, termasuk leher dicekik dan pukulan terhadap dua perempuan. (evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya