Inflasi Singapura Diproyeksikan Naik di 2026 Seiring Normalisasi Ekonomi
SINGAPURA, LELEMUKU.COM - Otoritas Moneter Singapura memperkirakan tingkat inflasi negara tersebut akan meningkat pada tahun 2026 setelah berada di level rendah sepanjang 2025. Proyeksi ini disampaikan dalam rilis data inflasi Desember yang dipublikasikan pada 23 Januari lalu.
Meskipun biaya impor Singapura diperkirakan akan terus menurun sepanjang 2026, penurunannya akan berlangsung dengan kecepatan yang lebih lambat. Faktor global seperti proyeksi penurunan harga minyak mentah dunia akan diimbangi oleh kenaikan moderat inflasi regional setelah pencapaian yang lemah tahun lalu.
Di sisi domestik, pertumbuhan biaya tenaga kerja per unit diperkirakan mulai meningkat seiring normalisasi pertumbuhan produktivitas. Kondisi ini mengindikasikan bahwa efisiensi produksi akan kembali ke tingkat yang lebih normal setelah periode penyesuaian pasca pandemi. Permintaan konsumsi swasta diprediksi akan tetap stabil, memberikan fondasi bagi aktivitas ekonomi.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat MAS Core Inflation dan inflasi CPI-All Items diproyeksikan naik pada 2026 dari tingkat rendah yang tercatat tahun lalu. Rata-rata inflasi inti 2025 hanya 0,7 persen, sementara CPI-All Items berada di 0,9 persen, jauh lebih rendah dibanding 2024.
Namun demikian, otoritas moneter menekankan bahwa prospek inflasi masih menghadapi berbagai ketidakpastian. Rentang prakiraan inflasi yang lebih detail untuk tahun 2026 akan diumumkan dalam Pernyataan Kebijakan Moneter MAS yang dijadwalkan pada 29 Januari 2026 pukul 8 pagi waktu setempat. Pengumuman tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter Singapura di tahun mendatang. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
