Inflasi Singapura Bertahan di 1,2 Persen pada Desember 2025

Inflasi Singapura Bertahan di 1,2 Persen pada Desember 2025

SINGAPURA, LELEMUKU.COM - Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Kementerian Perdagangan dan Industri merilis data inflasi konsumen untuk bulan Desember 2025 pada 23 Januari lalu. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat inflasi negara pulau itu tetap stabil di angka 1,2 persen secara tahunan, tidak berubah dari bulan November.

MAS Core Inflation, yang menjadi indikator utama bank sentral dalam memantau tekanan harga, tercatat stagnan di level 1,2 persen year-on-year. Stabilitas ini terutama disebabkan oleh inflasi makanan dan jasa yang tidak mengalami perubahan signifikan. Namun secara bulanan, harga-harga inti naik 0,4 persen pada Desember.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen untuk semua item atau CPI-All Items juga mencatat kenaikan 1,2 persen secara tahunan di Desember, konsisten dengan November. Faktor utama yang mempertahankan tingkat ini adalah inflasi inti dan biaya akomodasi yang relatif tidak berubah. Pada basis bulanan, CPI-All Items meningkat 0,3 persen.

Sepanjang tahun 2025, MAS Core Inflation rata-rata berada di 0,7 persen, turun drastis dari 2,8 persen yang tercatat pada 2024. Adapun inflasi CPI-All Items mencapai rata-rata 0,9 persen untuk keseluruhan tahun, menurun dari 2,4 persen pada tahun sebelumnya.

Jika dirinci berdasarkan kategori, inflasi transportasi pribadi mengalami peningkatan karena penurunan harga bensin yang lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya, naik dari 3,5 persen menjadi 3,7 persen secara tahunan. Inflasi jasa bertahan stabil karena penurunan tarif penerbangan yang lebih kecil diimbangi oleh pelambatan kenaikan biaya layanan kesehatan dan penurunan biaya liburan, tetap di 1,9 persen.

Untuk kategori makanan, tingkat inflasi tidak berubah di 1,2 persen karena harga layanan makanan meningkat dengan laju yang sama seperti November. Biaya akomodasi juga naik dengan kecepatan yang stabil karena sewa perumahan meningkat pada tingkat yang serupa di November dan Desember, yaitu 0,3 persen.

Harga listrik dan gas turun sedikit lebih cepat menjadi negatif 4,2 persen karena penurunan biaya listrik yang lebih besar. Adapun harga barang ritel dan barang lainnya tidak mengalami perubahan atau inflasi nol persen, karena kenaikan harga minuman beralkohol dan tembakau diimbangi oleh penurunan harga barang-barang pribadi dan perabot.

Melihat ke depan, otoritas Singapura memproyeksikan bahwa biaya impor negara tersebut akan terus menurun meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat sepanjang tahun ini. Meskipun harga minyak mentah global diperkirakan turun tahun ini, inflasi regional diperkirakan akan meningkat secara moderat setelah hasil yang lemah tahun lalu.

Di sisi domestik, pertumbuhan biaya tenaga kerja per unit diperkirakan akan mulai meningkat seiring normalisasi pertumbuhan produktivitas. Sementara itu, permintaan konsumsi swasta kemungkinan akan tetap stabil. Mencerminkan faktor-faktor ini, MAS Core Inflation dan inflasi CPI-All Items diproyeksikan akan naik pada 2026 dari tingkat rendah tahun lalu.

Namun demikian, prospek inflasi masih menghadapi ketidakpastian. Rentang prakiraan inflasi MAS Core dan CPI-All Items untuk tahun 2026 akan diperbarui dalam Pernyataan Kebijakan Moneter MAS mendatang pada 29 Januari 2026 pukul 8 pagi waktu setempat. (evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya