-->

Israel Merayakan Ulang Tahun ke-75 di Tengah-tengah Keraguan dan Perpecahan


YERUSALEM, LELEMUKU.COM - Israel merayakan hari jadinya ke-75 minggu ini dalam suasana yang kacau dan tidak pasti, dibayangi pertempuran atas peradilan yang telah membuka beberapa perpecahan sosial terdalam sejak berdirinya negara itu pada 1948.

Hari Peringatan, Selasa, 25 April 2023, untuk menghormati tentara negara yang tewas, dan Hari Kemerdekaan sehari kemudian secara tradisional menjadi penanda persatuan di negara yang tidak pernah damai dan terlibat dalam beberapa peperangan sejak pembentukannya.

Tahun ini, suasananya berbeda. Ancaman bagi Israel bukan datang dari luar, melainkan dari dalam negeri.

"Saya yakin bahwa tidak ada ancaman eksistensial yang lebih besar bagi rakyat kita daripada yang datang dari dalam: polarisasi dan keterasingan kita sendiri satu sama lain," kata Presiden Isaac Herzog kepada Majelis Umum Federasi Yahudi Amerika Utara di Tel Aviv pekan ini.

Ratusan ribu warga Israel turun ke jalan-jalan setiap pekan sejak awal tahun ini untuk memprotes rencana pemerintah nasionalis-agama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mendorong pembatasan peradilan yang mereka lihat sebagai ancaman eksistensial terhadap demokrasi.

Pemerintah dan para pendukungnya mengatakan perubahan itu diperlukan untuk membatasi gerakan para hakim aktivis yang telah menyusup secara agresif ke dalam lingkup parlemen dan eksekutif. Namun, pemerintah bulan lalu setuju menghentikan sementara rencana untuk memungkinkan konsultasi lebih lanjut.

Tetapi langkah itu tidak memuaskan para pemrotes. Mereka masih terus turun ke jalan. Kebuntuan telah membuka pertanyaan mendalam tentang masa depan negara mereka, sebuah pertanyaan di luar konstitusi Mahkamah Agung dan kekuatan eksekutif untuk mengabaikan keputusannya.

Uzy Zwebner, seorang pengusaha dari Tel Aviv yang menciptakan taman bisnis berteknologi tinggi, menyebut dirinya seorang patriot dari keluarga Zionis yang datang ke tempat yang sekarang menjadi Israel pada abad ke-19.

Seorang veteran perang Yom Kippur 1973 yang terluka dalam aksi sehari setelah salah satu saudara laki-lakinya terbunuh dalam pertempuran melawan orang Mesir di Sinai, dia mewakili bagian masyarakat yang telah sangat diasingkan oleh pemerintahan baru.

"Kita akan jadi negara seperti apa?" dia berkata. "Apakah kita akan menjadi negara demokrasi, negara modern? (Negara di mana) semua orang berdinas di ketentaraan? Atau apakah kita akan menjadi seperti negara lain di sekitar kita?"

Perpecahan yang Mendalam

Di balik kegelisahan Zwebner, ada ketakutan perpecahan yang kian mendalam yang selalu ada di Israel antara Ashkenazi Eropa dan Mizrahi Timur Tengah, antara Yerusalem yang religius dan Tel Aviv yang santai dan antara pemukim sayap kanan dan kaum liberal perkotaan.

Warga Arab Israel, yang merupakan seperlima dari populasi, sebagian besar tidak terlibat dalam perdebatan, yang menurut banyak orang Palestina mengabaikan keprihatinan mereka dan pendudukan selama puluhan tahun di wilayah yang mereka inginkan sebagai inti dari negara masa depan.

Tetapi meningkatnya kekuatan partai-partai keagamaan yang membantu Netanyahu berkuasa tahun lalu telah membuat banyak orang Israel sekuler khawatir, yang sering membenci kondisi khusus dan subsidi yang memungkinkan banyak pria Ortodoks menghindari dinas militer dan belajar di sekolah-sekolah Taurat daripada mengambil pekerjaan berbayar.

Para nasionalis kanan pada gilirannya menuduh pengkritiknya gagal menghormati demokrasi dan iklim politik yang semakin beracun telah memicu kemarahan antara "populis" dan "elite liberal" yang terlihat di seluruh dunia Barat.

Menurut sebuah survei oleh Channel 12 News minggu lalu, sekitar 51% orang Israel pesimistis tentang masa depan negara itu, yang telah berkembang dari wilayah pertanian yang miskin menjadi pusat kekuatan teknologi tinggi dalam waktu seumur hidup. (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel