-->

Heru Budi Hartono Sebut Sodetan Ciliwung Bisa Kurangi Banjir di Jakarta 10 Persen


JAKARTA, LELEMUKU.COM - Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan pembangunan sodetan yang menghubungkan Kali Ciliwung dengan Kanal Banjir Timur (KBT) bisa mengurangi banjir di ibu kota hingga 10 persen.

"Insya Allah di akhir April bisa semua berfungsi dan tentunya mengurangi banjir di Jakarta. Persentasenya 10 persen," kata Heru saat mendampingi Presiden Jokowi di proyek pembangunan Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, Jakarta, Selasa, 24 Januari 2023 dikutip dari Antara.

Sodetan Kali Ciliwung ini nantinya dapat mengurangi debit air sebanyak 33 meter kubik pada status Siaga IV, hingga 63 meter kubik per detik pada status Siaga I.

Proyek ini membentang dari titik masuk air (inlet) di Sungai Ciliwung kawasan Bidara Cina dan tempat keluarnya air (outlet) di Kanal Banjir Timur kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Adapun penyelesaian proyek Sodetan Kali Ciliwung sempat tertunda selama enam tahun.

Pada 1,5 bulan terakhir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan sodetan tersebut. Dengan demikian, pengeboran untuk pengerjaan sodetan dapat dilanjutkan kembali setelah terhenti lama.

Setidaknya ada 59 kepala keluarga (KK) terdampak karena pembebasan lahan tersebut.

Setelah Sodetan Ciliwung selesai dibangun, upaya penanganan banjir Jakarta akan dilanjutkan dengan memaksimalkan pompa di sungai dan juga normalisasi sungai-sungai yang melintasi DKI Jakarta.

"Kalau Kali Angke sudah beberapa tahun lalu sekitar 2007-2010 sudah dinormalisasi, berikutnya tinggal normalisasi Kali Ciliwung tapi kan bertahap ya tidak sekaligus," kata Heru.
Jokowi Puji Heru Budi soal Sodetan Ciliwung yang Mangkrak 6 Tahun

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pagi ini mengecek proyek pembangunan Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di Jakarta Timur yang sempat mangkrak selama 6 tahun lamanya. Periode 6 tahun ini pun ikut masuk dalam masa jabatan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, 2017-2022.

Jokowi menyebut proyek ini terhenti selama 6 tahun lamanya karena masalah pembebasan lahan. Tapi kemudian, Jokowi menyebut Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, yang naik memimpin Jakarta setelah Anies, bisa menyelesaikannya.

"Dikerjakan oleh Pak Gubernur Heru, saya nggak tahu pendekatannya apa tapi selesai, makanya saya ke sini tadi karea sudah selesai," kata Jokowi usai meninjau proyek tersebut, Selasa, 24 Januari 2022.

Sejak 2020, Jokowi sebenarnya sudah pernah meminta Anies untuk menyelesaikan pembebasan lahan di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur, untuk lanjutan pembangunan sodetan Ciliwung.

"Saya minta sodetan Ciliwung menuju ke BKT itu tahun ini bisa dirampungkan. Saya kira bisa secepatnya dengan Gubernur untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahannya," kata Presiden Jokowi saat menerima sejumlah kepala daerah terdampak banjir di Istana Merdeka, Jakarta  pada Rabu, 8 Januari 2020.

Di hari yang sama,  Anies Baswedan mengatakan pembebasan lahan untuk proyek sodetan Sungai Ciliwung sudah masuk dalam tahap penaksiran nilai properti atau appraisal.

"Jadi tentang sodetan Ciliwung itu pada pertengahan Desember kemarin pembicaraan dengan warga sudah selesai. Dan sekarang kami mulai pada fase appraisal dan baru kemudian transaksi untuk tanah," kata Anies Baswedan saat ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 8 Januari 2019.

Anies menilai transaksi pembayaran ganti lahan atau bangunan dapat selesai hingga akhir Januari 2020. Menurut dia, jika transaksi pembayaran ganti atas lahan yang digunakan untuk kawasan sodetan telah selesai, maka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dapat melakukan pengerjaan pembangunan, termasuk pintu air atau "water inlet".

Pada 17 Oktober 2022, Heru Budi kemudian dilantik jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta menyusul berakhirnya masa jabatan Anies. Pada 23 Desember, Jokowi pun meminta Heru segera menyelesaikan proyek sodetan Ciliwung agar bisa rampung Maret 2023.

Kini, Jokowi pun turun ke lapangan meninjau proyek ini. Jokowi menyebut penanganan banjir di Jakarta harus dilakukan dari hulu ke hilir. Di hulu, kata dia, pemerintah sudah membangun Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi.

Sementara di hilir, pemerintah membangun proyek sodetan ini yang diperkirakan selesai April 2023. "Sodetan Ciliwung yang sudah berhenti 6 tahun, ini kemarin satu setengah bulan telah dibebaskan lahan di sini, sehingga bisa dimulai lagi pengeborannya," kata Jokowi.(Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel