-->

AS dan Israel Luncurkan Latihan Militer Bersama


WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Amerika Serikat dan Israel meluncurkan latihan militer bersama terbesar pada Senin, 23 Januari 2023. Latihan gabungan ini sekaligus mengirimkan sinyal yang jelas ke Iran dan menegaskan aliansi kedua negara meskipun ada kekhawatiran atas komposisi pemerintahan baru Israel yang mencakup partai-partai ultra-nasionalis dan ultra-agama.

Latihan bernama Juniper Oak akan mencakup 100 pesawat AS dengan pesawat tempur, pembom dan pesawat pengisian bahan bakar terbang bersama 42 pesawat Israel. Gugus tempur kapal induk USS George HW Bush juga akan mengambil bagian dalam latihan tersebut, yang akan mencakup semua domain peperangan termasuk ruang angkasa dan peperangan elektronik.

"Kami benar-benar tidak dapat menemukan (latihan) lain yang bahkan mendekati," kata seorang pejabat senior pertahanan AS. Hampir 6.500 personel AS akan berpartisipasi dalam latihan tersebut, dari pihak Israel ada 1.100 personel yang terlibat.

Latihan dilakukan meskipun ada kekhawatiran atas susunan pemerintahan baru Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dalam susunan kabinetnya, Netanyahu telah menunjuk menteri yang pernah dianggap berada di pinggiran politik Israel yang ekstrim nasionalis termasuk partai sayap kanan Otzma Yehudit dan partai Noam, yang menentang hak LGBTQ.

Pejabat AS mengakui kemungkinan ada perselisihan dengan pemerintah yang baru tetapi menekankan komitmen bipartisan yang tidak dapat dinegosiasikan dengan Israel. “Komitmen keamanan yang kami miliki untuk Israel terlepas dari kepribadian dan pemerintah tertentu,” kata pejabat AS itu. Pada Desember, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pemerintah Israel akan diukur berdasarkan kebijakan dan prosedurnya, bukan kepribadian individu.

Latihan itu dilakukan saat ketegangan antara AS dan Iran mencapai puncaknya. Pemerintahan Biden telah memberlakukan sanksi terhadap Teheran setelah penumpasan atas demonstrasi besar-besaran di negara itu. Negosiasi untuk perjanjian nuklir baru juga terhenti.

Netanyahu secara konsisten mengambil sikap garis keras terhadap Iran. Saat diambil sumpah pada pemerintahan barunya, ia menegaskan akan menggagalkan upaya Iran mendapatkan senjata nuklir.

Baru-baru ini pada hari Minggu, Netanyahu mengatakan Amerika Serikat dan Israel akan mengadakan pertemuan tentang Iran dalam beberapa minggu mendatang, menyusul kunjungan dari penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan. “Saya terkesan bahwa ada keinginan tulus dan bersama untuk mencapai pemahaman tentang masalah ini,” kata Netanyahu pada pertemuan tersebut. (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel