-->

Recep Tayyip Erdogan Sebut Serangan Turki ke Irak dan Suriah Baru Permulaan


JAKARTA, LELEMUKU.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan operasi udara ke Irak utara dan Suriah adalah permulaan. Turki segera melancarkan serangan darat ke daerah-daerah yang dikuasai Kurdi di Suriah.

Dalam pidatonya kepada anggota parlemen partai yang berkuasa pada Rabu, 23 November 2022, Erdogan menjelaskan bahwa Turki bertekad menutup semua perbatasan selatan yang akan mencegah kemungkinan serangan. Dia mengatakan serangan darat akan dimulai di waktu yang paling memungkinkan.

Serangan akan difokuskan di wilayah Tel Rifaat, Mambij dan Kobani. Ia menyebut wilayah tersebut adalah sumber masalah.

Erdogan juga meyakinkan pemerintah Irak dan Suriah bahwa operasi Ankara bukanlah tantangan terhadap kedaulatan atau integritas teritorial mereka. Iamenekankan bahwa tujuan operasi tersebut adalah untuk melindungi keamanan Türki.

"Jika negara-negara tersebut tidak dapat memenuhi persyaratan perjanjian, kami memiliki hak untuk mengurusnya sendiri,” ujarnya memperingatkan.

Serangan balasan telah meningkat di sepanjang perbatasan Turki-Suriah dalam beberapa hari terakhir. Serangan Turki dipusatnya terhadap Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan YPG, yang dianggap sebagai organisasi teroris. Kedua organisasi itu dituding sebagai otak di balik serangan bom 13 November di Istanbul, yang merenggut nyawa enam orang dan melukai 81 lainnya.

Rusia telah meminta Turki untuk menghindari meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut dan menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatan berlebihan di wilayah Suriah. Moskow juga menyatakan bersedia bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan untuk menemukan solusi damai untuk masalah Kurdi.

Sementara Amerika Serikat mengakui hak Turki untuk mempertahankan diri. Namun operasi oleh Ankara itu dapat memprovokasi milisi Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS, yang sebagian besar terdiri dari pejuang Kurdi. Pasukan itu juga sedang berperang melawan teroris Negara Islam atau ISIS.

Sejauh ini, Turki mengklaim telah melenyapkan sebanyak 254 militan. Turki menargetkan 471 orang teroris di Suriah dan Irak sejak operasi udara diluncurkan akhir pekan lalu.(Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel