-->

Donal Trump Resmi Umumkan akan Calonkan Diri Sebagai Presiden AS 2024


WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Mantan Presiden Donald Trump pada hari Selasa (15/11) mengumumkan keputusannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2024, setelah pemilihan paruh waktu yang tidak memenuhi harapan Partai Republik sebaik yang diharapkan. Tetapi Trump, sebagai pemimpin partai yang sudah lama, tidak lagi mengejutkan seperti pada tahun 2016 – kali ini, dia mempetaruhkan riwayat kepresidenannya di masa lalu, dan mengatakan bahwa dia memiliki rencana besar untuk masa jabatan keduanya.

Setelah berbulan-bulan memunculkan teka-teki, mengadakan rapat-rapat umum, memberikan isyarat lewat media sosial dan bersikeras dia memenangkan pemilihan 2020 padahal sebenarnya dia kalah, pada Selasa malam Donald Trump mengatakannya dengan lantang.

“Untuk membuat Amerika hebat dan mulia lagi, malam ini saya mengumumkan pencalonan saya sebagai Presiden Amerika Serikat,” ujarnya.

Dalam pidato hampir satu jam pada hari Selasa (15/11), Trump mengecam para pendahulunya, pengkritiknya, otoritas federal, negara bagian, dan distrik yang menyelidiki dirinya. Dia juga mengecam pers.

Trump mengulangi seruannya untuk fungsi kepolisian yang lebih keras, reformasi pemilihan umum untuk menghilangkan pemungutan suara lebih awal dan penghitungan yang lebih cepat, undang-undang imigrasi yang lebih ketat, undang-undang tentang kesejahteraan sosial yang lebih konservatif, dan anggaran militer yang lebih besar. Dia juga bersumpah, jika terpilih, untuk “segera” menancapkan bendera Amerika di Mars.

Tapi Pence, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan David Muir, pembawa acara ‘World News Tonight,’ menghindar ketika ditanya apakah dia akan mendukung mantan pasangannya itu.

“Saya pikir itu terserah orang Amerika. Tapi saya kira kami akan memiliki pilihan yang lebih baik pada masa depan,” ujar Pence.

Dan Presiden Biden tidak banyak bicara tentang Trump, selain mengenai kemungkinan pertarungan Trump-DeSantis pada 2024, “Akan menyenangkan melihat mereka bertarung.”

Yang lebih serius adalah warisan kekerasan dan ketidakstabilan yang ditinggalkan oleh kepresidenan Trump. Penyelidikan peristiwa 6 Januari telah digelar ulang secara dramatis dilengkapi detail yang cermat dalam serangkaian dengar pendapat kongres yang dilakukan dengan rapi.

Trump dipanggil oleh komite yang menyelidiki dirinya untuk bersaksi pada hari Senin (14/11). Dia tidak mematuhi panggilan itu, sehingga komite tidak punya pilihan selain mengambil tindakan hukum. (VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel