-->

Andrzej Duda Sebut Tidak ada Kesengajaan, pasca Ledakan Rudal di Polandia


WARSAWA, LEEMUKU.COM  - Presiden Polandia Andrzej Duda pada hari Kamis (17/11) mengunjungi lokasi jatuhnya rudal yang menewaskan dua orang di timur negara itu.

Di Przewodow, daerah pertanian yang ditinggali 500 penduduk dan berjarak sekitar 6 kilometer dari perbatasan Ukraina, warga desa terkejut ketika rudal itu menewaskan dua pegawai fasilitas pengeringan gandum yang familiar di mata mereka.

Dari desa itu, Duda mengatakan, “Ada perang di balik perbatasan kita. Rusia menembakkan ratusan rudal, [sementara] Ukraina mempertahankan diri. Tidak ada yang berniat menyakiti siapa pun di Polandia.”

Polandia, negara anggota NATO, dan kepala aliansi keamanan itu sama-sama mengatakan pada hari Rabu (16/11) bahwa serangan rudal itu tampaknya tidak disengaja dan mungkin diluncurkan dari sistem pertahanan udara Ukraina, negara tetangganya.

“Ukraina mempertahankan diri dan tidak ada yang berniat menyakiti siapa pun di Polandia,” ungkap Duda.

Duda juga berbicara dengan para penyelidik selama kunjungannya ke Przewodow.

Sementara itu, pakar-pakar Ukraina telah tiba di Polandia untuk turut menyelidiki dari mana sebenarnya rudal yang menewaskan dua orang itu berasal, kata menteri luar negeri Ukraina hari Kamis (17/11).

“Pakar-pakar kami sudah berada di Polandia,” kata Menlu Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter. Ia menambahkan, “Kami mengharapkan mereka memperoleh akses dengan lancar ke lokasi tersebut.”

Rudal yang jatuh di wilayah Polandia itu dikhawatirkan dapat meningkatkan eskalasi konflik.

“Ukraina dan Polandia akan bekerja sama secara konstruktif dan terbuka atas insiden yang disebabkan oleh teror rudal Rusia terhadap Ukraina,” tulis Kuleba.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada hari Rabu (16/11) bahwa rudal itu berasal dari Rusia. Akan tetapi, sekutu-sekutu Ukraina mengatakan bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh rusal pertahanan udara Ukraina yang diluncurkan untuk mencegat serangan Rusia.

Polandia, AS dan NATO menekankan bahwa Rusia pada akhirnya yang patut disalahkan karena menyerang Ukraina.

Sementara itu, Kremlin mengaku “tidak ada sangkut-pautnya dengan insiden itu.” (VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel