-->

Nancy Pelosi Mulai Tur Asia-nya di Singapura


SINGAPURA, LELEMUKU.COM - Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Senin (1/8), memulai tur Asianya yang diselimuti kerahasiaan menyusul meningkatnya ketegangan dengan China terkait Taiwan.

Belum ada kabar apakah Pelosi akan berhenti di Taiwan, namun ia berhenti terlebih dahulu di Singapura, di mana Perdana Menteri Lee Hsien Loong mendesaknya pada sebuah pertemuan untuk mengupayakan hubungan yang "stabil" dengan Beijing.

Rencana perjalanan Pelosi ke Asia juga mencakup Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang. Namun, kemungkinan kunjungannya ke Taiwanlah yang paling menyedot perhatian.

Laporan-laporan tentang rencananya mengunjungi pulau itu telah membuat marah Beijing dan menyebabkan kegelisahan bahkan di Gedung Putih di mana Presiden Joe Biden sedang berusaha menurunkan ketegangan dengan China.

Beijing menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya dan akan merebutnya suatu hari nanti, dengan paksa jika perlu. Beijing mengatakan, kunjungan Pelosi akan dianggap sebagai provokasi besar.

Kantor Pelosi mengukuhkan perjalanan Asianya dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu setelah pesawatnya mengudara. Ketua DPR itu menolak mengukuhkan rencana perjalanannya meski berbagai spekulasi muncul di media-media AS.

“Perjalanan itu akan fokus pada keamanan bersama, kemitraan ekonomi, dan pemerintahan demokratis di kawasan Indo-Pasifik,” kata pernyataan tersebut, merujuk pada Asia-Pasifik.

"Delegasi kami akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk membahas bagaimana kami dapat lebih memajukan kepentingan bersama dan nilai-nilai yang sama-sama kita junjung."

Pernyataan itu tidak menyebut Taiwan. Namun kunjungan pejabat AS ke Taiwan biasanya dirahasiakan sampai delegasi mendarat.

The Global Times, tabloid pemerintah China, mengemukakan bahwa Pelosi mungkin menggunakan "alasan darurat seperti gangguan teknis pesawat atau pengisian bahan bakar" untuk mendarat di bandara Taiwan selama turnya ke Asia.

"Jika ia berani berhenti di Taiwan, itu akan menjadi momen tepat untuk menyalakan tong mesiu di Selat Taiwan," kata Hu Xijin, mantan editor Global Times, dalam sebuah cuitannya di Twitter, Senin. (VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel