-->

Analisa JRC Sebut Kekeringan di Eropa yang Terburuk dalam 5 Abad


JAKARTA, LELEMUKU.COM - Sebuah analisa terbaru yang diterbitkan oleh Joint Research Center (JRC) pada Selasa, 23 Agustus 2022, mengungkap Benua Eropa tampaknya sedang mengalami kekeringan terburuk dalam lima abad. Komisi Eropa pun memperingatkan hal ini.

Laporan JRC pada Agustus 2022 menyoroti dampak kekeringan parah yang masih berlanjut di sektor pertanian. Hampir separuh dari wilayah Uni Eropa atau sekitar 47 persen wilayah Benua Biru dalam kondisi memprihatinkan karena kondisi tanah yang kurang lembab.

Sedangkan 17 persen wilayah Uni Eropa berada dalam zona waspada karena dampak negatif cuaca terhadap perkebunan. Sekitar 64 persen wilayah Uni Eropa dalam kondisi ini.

Puing-puing kapal perang Jerman Perang Dunia II terlihat di Danube di Prahovo, Serbia 18 Agustus 2022. Kekeringan terburuk di Eropa dalam beberapa tahun membuat debit air di sungai besar Danube mencapai rekor terendah dalam hampir satu abad. REUTERS/Fedja Grulovic

Ilmuwan memprediksi hasil perkebunan pada musim panas ini mengalami penurunan karena kondisi ekstrim. Hasil panen untuk tepung jagung, bunga matahari dan kedelai mengalami penurunan hasil panen yang cukup mencolok yakni sampai 16 persen, 15 persen, dan 12 persen. Akan tetapi, JRC mengatakan hasil panen pada musim dingin diharapkan akan lebih baik.

“Menurut sejumlah ahli di JRC, kekeringan saat ini tampaknya yang terburuk sejak 500 tahun silam. Data akhir pada ujung musim panas ini akan mengkonfirmasi penilaian awal ini,” demikian pernyataan Komisi Eropa.

Mariya Gabriel Komisi Eropa bidang Inovasi, Penelitian, Budaya, Pendidikan dan Kalangan muda, mengatakan kombinasi antara kekeringan dan gelombang panas telah menciptakan stres yang belum pernah terjadi sebelumnya berdasarkan level air di seluruh Uni Eropa.

“Kami saat ini fokus pada kebakaran hutan yang sudah di atas rata-rata dan dampak pentingnya terhadap hasil perkebunan,” kata Gabriel.

Menurut Gabriel, kekeringan sangat berdampak pada sektor pertanian semenjak sungai-sungai di Eropa semakin dangkal sehingga tidak bisa menghidupkan lebih banyak pembangkit listrik tenaga air untuk mengairi industri pertanian atau melayani transportasi air. Sebab air di sungai-sungai tersebut di bawah kondisi normal. (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel