-->

Akibat Wabah PMK, Timika Kekurangan Stok Hewan Kurban Hari Raya Idul Adha

Akibat Wabah PMK, Timika Kekurangan Stok Hewan Kurban Hari Raya Idul Adha

TIMIKA, LELEMUKU.COM - Mewabahnya penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan berkuku belah di sejumlah wilayah di Indonesia, berimbas pada ketersediaan hewan ternak menjelang hari raya Idul Adha di kabupaten Mimika. 

Ibu Sutami, pemilik peternakan sapi dan kambing di kawasan SP1 mengatakan, hingga saat ini belum ada sapi dan kambing yang didatangkan dari luar Timika menjelang Idul Adha, karena penyakit mulut dan kuku.

Walaupun wilayah Papua masuk dalam zona hijau atau bebas dari PMK, namun hanya beberapa daerah baik di provinsi Papua dan Papua Barat yang mendapat rekomendasi dari Disnakkeswan Kabupaten Mimika untuk mendatangkan hewan ternak ke Mimika.

Daerah-daerah itu meliputi, Kabupaten Sorong, Kabupaten Merauke, Kabupaten Keerom dan Manokwari.

Sebanyak 200 ekor sapi rencananya akan didatangkan dari Kabupaten Sorong akhir bulan ini, cuma masih dalam pengurusan ijin, jika tidak ada halangan sebelum Idul Adha sapi-sapi tersebut sudah tiba di Timika.

"Sapi itu kita datangkan dari Sorong, Manokwari, Merauke dan Keerom itu daerah yang diberikan rekomendasi dari Dinas Peternakan, tapi sapi yang ada saat ini sapi dari tahun kemarin yang saya pelihara," kata Sutami, Rabu (22/6/2022).

Sedangkan kambing bisa didatangkan dari Tual dan Seram Maluku, namun proses pengirimannya harus melalui Sorong, yang mana hewan-hewan tersebut harus dikarantina selama 14 hari sebelum di kirim ke Timika. 

Proses pengiriman yang memakan waktu lama dan akan sampai di Timika setelah hari Idul Adha selesai.

Akibat ketiadaan hewan ternak dari luar Timika menjelang hari raya Idul Adha tentunya sangat berpengaruh pada harga. Saat ini satu ekor sapi dijual dengan harga Rp 25 juta hingga Rp 40 juta, itupun disesuaikan dengan besarnya sapi. 

"Saya jual per ekor itu harganya macam-macam, ada harga Rp 25 sampai Rp 40 juta, kita jual berdasarkan besar kecilnya sapi," kata Sutami. 

Sementara harga kambing dijual dengan harga Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per ekornya. 

Kalau kambing yang ada di kandang itu sekitar 15 sampai 20 ekor, ada juga yang mau didatangkan dari Tual dan Seram, tapi harus transit Sorong. Untuk harganya, itu dari harga Rp 10 juta sampai 15 juta," kata Sutami.

Akibat ketersediaan sapi dan kambing yang berkurang, banyak masyarakat telah memesan sapi dan kambing dari jauh-jauh hari, atau sebulan menjelang hari raya Idul Adha dengan harga yang sedikit lebih mahal dari biasanya.

"Karena tidak ada stok yang masuk jadi ada yang sudah beli dari jauh-jauh hari," kaya Sutami.

Ia juga menambahkan, kalau selama PKM merebak di sejumlah daerah, ia bersama Disnakkeswan terus melakukan pengawasan terhadap hewan ternaknya agar tetap sehat. 

"Selama wabah PMK, hewan ternak saya sehat semua, dan saya jamin kesehatan, dan juga diawasi Dinas Peternakan," ungkapnya (Ricky Lodar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel