-->

Jelang Blok Masela, Febry Tetelepta Minta Masyarakat Jangan Mudah Jual Tanah


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Dalam kunjungan Deputi I Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Febry Calvin Tetelepta, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku pada Rabu (15/09/2021), dirinya mengimbau segenap warga masyarakat yang mendiami Bumi Duan Lolat ini untuk tidak dengan mudah menjual tanah bagi pihak-pihak yang sengaja meraup keuntungan dari proses pembangunan proyek kilang minyak dan gas Blok Masela oleh INPEX kedepan nanti.

Imbauan tersebut disampaikan Tetelepta, lantaran dengan menjual tanah, apalagi hanya dengan harga yang tergolong murah saat ini kepada pihak lain, akan kemudian dimanfaatkan untuk meraup keuntungan besar. Sementara kedepannya ketika proyek Blok Masela sudah resmi beroperasi, pihak pembeli tanah akan menjual tanah tersebut kepada pihak INPEX dengan harga yang melambung tinggi. Selain harga yang tinggi, masyarakat tentunya akan menyesal dikemudian hari karena tidak lagi memiliki warisan bagi anak cucu kedepan, ibarat menjadi perantau di negeri sendiri.

Tetelepta mengatakan, sebagai Deputi I KSP yang membidangi infrastruktur, energi, pariwisata, investasi, kemaritiman, kelautan, dan juga lingkungan hidup yang menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Jokowi, dirinya telah menyampaikan ke Pemerintah Daerah untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) agar masyarakat tidak sembarangan menjual tanah karena akan membawa kerugian besar bagi masyarakat sendiri.

“Jangan berpikir bahwa pulau Yamdena ini besar karena jika Mega proyek ini jalan, pulau ini akan dirasakan begitu kecil karena semua orang kedepannya akan berduyun-duyun datang ke sini dan mencari hidup di sini. Lalu kalau masyarakat di sini sudah menjual tanah, maka suatu saat anak cucu kita tidak lagi memiliki tanah di daerah sendiri. Sewakan tanah tersebut tetapi jangan menjualnya. Jika dijual dengan harga yang murah, suatu waktu kita akan menjadi perantau di tanah sendiri. Kita harus pahami bahwa apa yang kita dapatkan saat ini akan menjadi warisan bagi anak cucu kita kedepan. Kita akan berdosa kepada anak cucu ketika kita tidak mewariskan masa depan yang baik bagi mereka,” imbau Deputi yang juga merupakan putra asli Maluku ini.

Ia mengatakan, kedepannya peredaran keuangan akan cukup banyak di daerah ini. Mulai dari tahun 2022 hingga 2027 kedepan kalau tidak ada perubahan perencanaan tentang pembangunan berbagai infrastruktur menyongsong Blok Masela, maka akan ada sekitar 20 Milyar US$ akan berada di Tanimbar untuk konstruksi, dan hal itu juga tentunya membutuhkan sekitar sebanyak 30 ribu tenaga kerja yang akan membangun konstruksi di blok migas tersebut.

Ia menambahkan, untuk menjawab hal itu, Pemerintah Pusat juga sangat serius dalam berperan menyikapi hal dimaksud dengan tujuan membangun dan mempersiapkan segala sesuatu di Tanimbar sejak dini menyongsong Blok Masela. Produksi puncak gas nantinya bisa mencapai hingga tahun 2055 dan pada masa itu, merupakan masa-masa keemasan di Tanimbar secara khusus, dan Maluku secara umum. Untuk itu ia berpesan bahwa sebagai masyarakat Tanimbar, jangan lengah dan jangan merasa bangga saat ini hingga membuat lupa akan diri sendiri namun tetap konsisten dengan mempersiapkan anak cucu Tanimbar dengan baik melalui pendidikan untuk kemudian dapat menjadi orang yang cerdas untuk membangun Tanimbar, bahkan bangsa ini menjadi lebih baik.

“Kemarin memang kita bicarakan dengan presiden INPEX tentang ada beberapa hal mengenai investasi yang semakin mahal, tetapi berdoalah mudah-mudahan jadwal pembangunan ini tidak bergeser lagi sehingga kita berharap agar tahun 2026 atau 2027 itu Blok Migas ini sudah bisa berfungsi dengan baik dan lancar. Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat juga sangat serius dalam membangun Kepulauan Tanimbar ini. Tidak ada kata lain, kita harus membangun manusia Tanimbar ini agar semakin baik,” tambah Deputi.

Selain imbauan tersebut, dirinya juga mengharapkan agar segenap masyarakat Tanimbar dapat bersama-sama Pemda untuk membangun Tanimbar menjadi lebih baik. Partisipasi masyarakat tersebut menurutnya dapat diwujudkan dengan tidak hanya mencari kelemahan yang dilakukan pihak Pemda. Jika terdapat kelemahan ataupun kesalahan Pemda, kiranya hal tersebut dapat disampaikan dan diselesaikan dengan cara baik dan elegan, jangan sampai orang Tanimbar sendiri yang nantinya merusak proses pembangunan yang sementara berjalan dengan baik.

“Tolong pastikan bahwa semua orang berpartisipasi dengan baik. Jika ada kelemahan oleh Pemda, sampaikan itu secara baik dan elegan. Jangan sampai kita sendiri yang merusak proses pembangunan yang sementara berjalan dengan baik ini, apalagi dalam masa Pandemi ini, keuangan negara sangat kurang karena seluruh anggaran yang ada, dialokasikan untuk penanganan Covid-19,” pesan Deputi.

Ia juga menyatakan, sebagai putra Maluku, dirinya akan bersama-sama pemda membicarakan tentang penyiapan infrastruktur melalui pembangunan jalan, jembatan, berbagai fasilitas kesehatan, maupun fasilitas pendidikan harus disiapkan dengan baik agar menjadikan Tanimbar yang lebih baik lagi.

“Setiap saat saya harus bicarakan hal ini. Jangan cengeng, jangan mengeluh, hentikan marah-marah, hentikan sumpah serapah, namun belajarlah lebih baik karena itu penting untuk mempersiapkan diri menuju Tanimbar yang sehat, cerdas, berwibawa, dan mandiri kedepannya,” tutup Deputi. (indonesiatimur.co)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel