-->

Hendrik Lewerissa Nilai Sosialisasi Blok Masela Belum Maksimal


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Hendrik Lewerissa, SH, LLM menilai sosialiasi Kilang Gas Alam Cair (LNG) Blok Masela bagi masyarakat Tanimbar belum maksimal.

“Catatan tambahan terkait pentingnya sosialisasi. Kalau kita menyimak subtansi pertanyaan dari peserta, sepertinya sosialisasi yang diberikan oleh Inpex sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama Blok Masela belum terlalu maksimal,” kata dia saat mengikuti Study Meeting di Tanimbar Selatan (Tansel) pada Sabtu, 22 Mei 2021.

Lewerissa mengungkapkan kekuatirannya, jika sosialisasi Blok Masela selama ini dilakukan kepada masyarakat hanya sekedar tindakan formal untuk memenuhi syarat-syarat formalitas.

Makna sosialisasi harus dilakukan secara masif, sehingga masyarakat Tanimbar mempunyai kesadaran bahwa kehadiran Blok Masela sangat menguntungkan atau lebih banyak akan membawa manfaat besar.

“Saya yang sudah lama mendalami soal industri migas, 27 tahun paham betul industri ini. Berarti wajar kalau saya memiliki rasa gelisah dan agak sedikit skeptis soal kapan itu dikembangkan, kapan Blok Masela resmi beroperasi,” nilai dia.

Di tahun 2021 ini, Inpex Masela sebagai kontraktor  baru menyelesaikan Front End Engineering Design (FEED) atau Design  Detail Proyek LNG Abadi mencapai 2 persen. Ini akan berdampak pada waktu beroperasi Blok tersebut yang direncanakan pada tahun 2027.

Selain dampak mewabahnya Pandemi Virus Corona (COVID-19), ada 1 faktor yang harus diketahui oleh masyarakat Tanimbar, yaitu factor pelambatan ekonomi global khusus untuk sektor minyak dan gas (Migas).

Menurut Lewerissa ketika Perusahaan Migas Shell menarik diri dari konsorsium kepemilikan hak partisipasi di proyek gas Lapangan Abadi itu terjadi sebelum pandemi dengan melihat portofolio proyek di negara lain dan hingga saat ini belum ada pengganti Shell di Blok Masela.
 

Pidato Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tentang Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2022 di Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis, 20 Mei 2021 telah membeberkan hingga tahun 2023 belum terlalu optimis pertumbuhan ekonomi global akan cerah dan otomatis implikasinya berdampak terhadap pengembangan Blok Masela.

“Kita harus realistik. Pertama, karena pengaruh covid-19 dengan segala implikasi ekonominya dan kedua, di tingkat global itu mengalami slow down pertumbuhan ekonomi. Jadi kita bersabar saja, tidak apa-apa, yang penting dikembangkan di darat dan bermanfaat untuk Tanimbar,” pungkas dia. (Albert Batlayeri)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel