-->

Muhammad Yasin Payapo Larang Sejumlah Wartawan Meliput di Pemkab SBB


PIRU, LELEMUKU.COM - Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, Muhammad Yasin Payapo melarang sejumlah wartawan SBB meliput di kantor lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Karena menurut dia para wartawan tersebut telah melanggar kode etik jurnalistik karena menulis berita tidak sesuai fakta.

Dalam rekaman suara yang beredar di media sosial dengan latar belakang gambar Bupati SBB tengah berdiri di mimbar berdurasi 3,24 menit itu, Payapo secara terbuka memerintahkan Humas Pemkab SBB tidak memberikan izin kepada sejumlah wartawan untuk meliput di lingkup Pemkab SBB.

“Saya ingatkan Humas, tidak boleh dia masuk kemana-mana, tidak boleh izinkan. Saya perintahkan pada kesempatan ini ada tiga kalau tidak salah atau empat (wartawan). Kita tidak izinkan mereka masuk dimana-mana untuk mengambil pemberitaan, yang lain boleh,” ucap Bupati Payapo saat memberikan sambutan pada Musyawarah Rencana Pembangungan (Musrenbang) RKPD Tahun 2022 Tingkat Kecamatan Kairatu Barat, Kairatu, Inamosol, Amalatu dan Elpaputih di aula Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB pada Rabu 10 Maret 2021.

Ia menyatakan tidak semua jurnalis memberitakan informasi faktual, sebab ada beberapa wartawan yang sengaja mencari-cari kesalahan pemerintah daerah dengan mengambil gambar pada saat kantor lagi sepi misalnya, kemudian memberitakan seolah-olah aktivitas pemerintahan tidak jalan.

"Jangan putar balik. Ini terpaksa saya sampaikan, jangan ke sana ambil foto pada hari Jumat saat orang pulang sumbayang (shalat) semua, lalu bilang (tulis) kantor tidak aktif, wawancara lagi. Nah ini ni yang merusak citra wartawan semua," tambah bupati.

Dikatakan, pihaknya akan lebih selektif memilih wartawan yang boleh meliput dan tidak meliput di lingkungan pemerintah kabupaten yang berjuluk Saka Mese Nusa itu.

"Kita tidak izinkan mereka masuk ke mana-mana ambil berita, yang lain boleh. Saya harus bicara, kita ini seperti apa, kerja sudah benar, isu informasi tidak benar. Kita harus selektif memilih mana wartawan yang dibolehkan mengambil berita daerah, mana yang tidak," kata dia.

Ia juga mengharapkan agar para wartawan dapat memberitakan pembangunan dan kondisi Seram Bagian Barat secara imbang dan tidak berat sebelah. Sehingga tidak mencoreng nama baik kabupaten tersebut terutama para pemimpinnya.

"Ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada saudara-saudara wartawan. Terima kasih atas perhatiannya. Kita butuhkan anda untuk memberitakan apa-apa yang ada  di Seram Bagian Barat. Tapi, katakanlah yang benar sekecil apa pun kebenaran itu, lalu katakan yang salah sekecil apa pun kesalahan itu," harap bupati. (Jidon)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel