-->

Benny Wahyudi Benarkan Kontak Senjata antara TNI dan Separatis di Hitadipa

Benny Wahyudi Benarkan Kontak Senjata antara TNI dan Separatis di Hitadipa.lelemuku.com.jpg

NABIRE, LELEMUKU.COM - Kontak tembak antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kelompok separatis kembali terjadi kontak tembak di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua

Hal ini dikonfirmasi oleh Komandan Kodim (Dandim) 1705 Nabire , Lekol Inf. Benny Wahyudi pada Kamis, 4 Februari 2021.

"Informasi yang saya dapat bahwa terjadi kontak tembak antara KKB dan TNI, namun saya belum monitor dampaknya apa, korban, dan lain sebagainya," kata Benny seperti dikutip dari medcom.id.

Dari informasi yang didapat, dalam kontak tembak TNI dari Yonif 400/BR di Titigi, salah satu KKB dikabarkan tewas. Namun kabar itu belum bisa dipastikan.

"Saya masih harus berkoordinasi. Untuk korban jiwa, saya belum bisa memastikan, karena kontak tembak tersebut bukan dengan anggota saya," ujarnya.

Benny menuturkan, infomasi yang didapat bahwa kontak tembak terjadi sekitar pukul 05.50 WIT. Dia belum mengetahui pasti kronologi kontak tembak antara prajurit TNI dan KKB itu.

"Kronologi pastinya saya belum tahu, saya sendiri belum tahu apakah ada korban jiwa dari penembakan tersebut apakah korbannya KKB, TNI, atau masyarakat. Tapi memang ada kontak senjata di atas," jelasnya.

Dandim juga membenarkan adanya kabar warga dari Kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, yang mengungsi karena takut atas keberadaan kelompok separatis.

Seperti diberitakan Detik, ia juga membantah informasi yang menyebut TNI yang memaksa warga Ndugusiga untuk mengungsi.

"Kalau disebutkan ada massa yang meninggalkan rumah itu, bukan TNI-Polri yang minta, yang benar adalah anggota DPRD Intan Jaya, Benyamin Weya. Dia menyampaikan ke masyarakat bahwa situasi tidak aman, kita tinggal dulu di tempat lain, itu di Kampung Ndugusiga," ujar Benny pada Rabu 3 Februari 2021.

Benny menegaskan, selama ini personel TNI yang berada di Intan Jaya dapat hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat pun ia pastikan dapat mengangkat perekonomian karena personel TNI yang banyak membeli hasil kebun masyarakat.

Namun, hal tersebut mendadak berubah ketika KKB mulai beraksi di Intan Jaya sejak akhir 2019.

"Selama ini masyarakat bersama dengan TNI karena TNI sudah lama ada di situ, ada di Tiitigi, Ndugusiga, Sugapa, Hitadipa. Kita sudah bertahun-tahun ada di situ dan masyarakat tidak mengungsi. Begitu ada KKB datang, masyarakat mengungsi," kata dia.

Menurut dia, keberadaan KKB di Intan Jaya mempersulit kehidupan warga setempat.

Ia mencontohkan, masyarakat di Distrik Hitadipa yang kerap beraktivitas menjual hasil kebunnya di Distrik Sugapa.

Saat ini, mereka harus berjalan kaki membawa dagangannya karena sudah tidak ada lagi tukang ojek yang berani menempuh rute ke Hitadipa. (Jidon)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel