-->

Parade Inagurasi Joe Biden Sebagai Presiden Amerika Serikat 2020 Terpilih akan Ditunda

Parade Inagurasi Joe Biden Sebagai Presiden Amerika Serikat 2020 Terpilih akan Ditunda.lelemuku.com.jpg

WASHINGTON, LELEMUKU.COM -  Rencana parade inagurasi Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wapres Amerika Serikat (AS) Terpilih dari Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020 dikabarkan akan dibatalkan.

Menurut informasi yang dipublikasikan oleh mantan editor DC Examiner, Jon Nicosia pada Senin 4 Januari 2021, Komite Inagurasi Presidental atau Presidential Inauguration Committee dalam emailnya kepada badan keamanan Ibukota Washington DC atau National Capitol Region military menyatakan bahwa parade telah ditunda. 

Emain tersebut tidak mengungkapkan alasan-alasan parade dan inagurasi pada 20 Januari 2021 tersebut tidak dapat dilaksanakan.

Sebelumnya badan informasi kepresidenan Joe Biden menyatakan telah memiliki beberapa rencana untuk membuat acara pelantikan tersebut sukses meskipun ada COVID-19. 

“Pelantikan Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris merupakan awal dari perjalanan nasional yang baru,” kata Direktur Komunikasi kepresidenan, Pili Tobar.

Namun akibat pandemi, Biden akan membuat sebuah peringatan untuk orang-orang yang kehilangan nyawanya karena COVID-19, pada 19 Januari 2020 pukul 5:30 petang.

"Namun, di tengah pandemi - ketika begitu banyak orang Amerika berduka karena kehilangan keluarga, teman, dan tetangga - penting bagi kita untuk menghormati mereka yang telah meninggal, merenungkan apa yang menjadi salah satu tantangan yang lebih menantang. periode dalam sejarah bangsa, dan memperbarui komitmen kita untuk bersama-sama mengakhiri pandemi dan membangun kembali bangsa kita," sambung dia.

Sebelumnya pada akhir 2020, dilansir dari Reuters, pandemi COVID-19 menjadi faktor utama yang membuat tim Joe Biden membayangkan pelantikan sederhana. Mereka khawatir perayaan inagurasi besar-besaran malah akan menambah jumlah kasus COVID-19 di Amerika. Per berita ini ditulis, ada 12,5 juta kasus dan 200 ribu lebih kematian akibat COVID-19 di Amerika.

"Menurut saya jelas saja inagurasi kali ini tidak akan sama dengan inagurasi sebelumnya. Tentu kami ingin ada perayaan karena (inagurasi) ini memang perayaan. Walau begitu, kami ingin inagurasi berjalan seaman mungkin," ujar Kepala Staf Presiden Biden, Ron Klain pada Senin, 23 November 2020.

Tim Joe Biden menimbang inagurasi yang menggabungkan acara virtual serta fisik. Dengan begitu, banyak warga tetap bisa merasakan meriahnya tradisi inagurasi tanpa harus membahayakan diri mereka. Adapun langkah tersebut pernah dipakai dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat.

Apabila mengacu pada inagurasi sebelumnya, event itu selalu digelar di Capitol Hill, Washington DC. Di sana, warga-warga Amerika akan berkumpul untuk mendengarkan pembacaan sumpah dan pidato pertama Presiden Amerika baru yang dilantik.

Setelah pembacaan pidato, penonton inagurasi biasanya akan berpesta dan mengawal parade presiden terpilih ke Gedung Putih. Presiden-presiden Amerika sebelumnya, serta anggota legislatif, juga ikut dalam perayaan tersebut.

Ron Klain memprediksi perayaan akan berlangsung meriah sekali apabila tidak diatur sejak sekarang. Ia mengacu pada aksi warga Amerika berbondong-bondong turun ke jalan untuk merayakan kemenangan Joe Biden di Pilpres Amerika awal November lalu.

"Kami tahu warga pasti inginnya ini dirayakan secara meriah," ujar Ron Klain, dikutip dari Reuters.

Saat ini, rekor perayaan inagurasi terbesar masih dipegang oleh Barack Obama. Ketika ia dilantik untuk pertama kalinya sebagai Presiden Amerika, 1,8 juta warga Amerika hadir di inagurasinya.

Di pelantikan periode kedua, jumlahnya berkurang drastis. Kurang lebih nyaris separuhnya. Walau begitu, capaian Barack Obama di periode kedua tetap jauh lebih besar dibandingkan pesaing terdekatnya, Bill Clinton. Ketika Bill Clinton dilantik pada tahun 1993, 800 ribu warga Amerika hadir di sana.

Donald Trump, dengan gaya khasnya, sempat mengklaim pelantikannya lah yang terbesar. Namun, mengacu pada pantauan pakar dan citra fotografi, jumlah peserta inagurasi Donald Trump tidak sampai separuh dari inagurasi pertama Barack Obama. Pakar Sains dari Manchster Metropolitan University di Inggris, Keith Setill, menyebut hanya ada 300-600 ribu peserta pada inagurasi Trump. (Albert Batlayeri/Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel