-->

Gunung Merapi Erupsi, Pemkab Sleman Evakuasi Warga dan Angkasa Pura Waspada

Gunung Merapi Erupsi, Pemkab Sleman Evakuasi Warga dan Angkasa Pura Waspada.lelemuku.com.jpg

SLEMAN, LELEMUKU.COM - Pemerintah Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta telah menutup akses jalan ke Turgo Purwobinangun Pakem dan ke Ngrangkah Umbulharjo Cangkringan imbas erupsi Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi, warga Turgo Purwobinangun Pakem, Sleman telah dievakuasi ke titik kumpul di Gedung Sekolah Dasar Sanjaya dan Lapangan Tritis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama instansi terkait serta relawan telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

"Telah menyiapkan barak pengungsian Purwobinangun di Watuadeg Purwobinangun Pakem beserta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi," demikian pernyataan dalam laporan yang dikutip Tempo pada Rabu, 27 Januari 2021.

Gunung Merapi kembali erupsi pada 27 Januari 2021 siang. Jarak luncur awan panas mencapai 3 kilometer. Saat ini, Merapi di tingkat status Siaga atau Level III, sejak 5 November 2020. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer.

Sementara itu PT Angkasa Pura I (Persero), sebagai pengelola Bandara Adi Soemarmo Solo dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang lokasinya berdekatan dengan Gunung Merapi, menginformasikan kesiapannya mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam menyusul adanya peningkatan intensitas erupsi Gunung Merapi pada Rabu, 27 Januari 2021.

"Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, saat ini Angkasa Pura I tengah melakukan sejumlah persiapan seperti, melaksanakan observasi bandara atau 'aerodrome observation' berupa pengamatan lapangan, laporan visual (visual report) dan 'paper test on airside' dan berkoordinasi dengan pihak terkait," kata Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan dalam keterangannya di Jakarta.

Kemudian, memonitor penerbitan Notam oleh Direktorat jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Selanjutnya, melaksanakan penilaian risiko keselamatan (safety risk assesment).

AP I menyiapkan skenario penanganan penumpang untuk mengantisipasi penumpukan di area keberangkatan, area check in, area publik, akibat pembatalan penerbangan (cancel flight).

AP I melaksanakan skenario pengalihan penerbangan yang berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan melakukan pelayanan bagi penumpang yang terdampak keterlambatan penerbangan.

Bandara Adi Soemarmo Solo beroperasi pada pukul 07.00 - 18.00 WIB, sedangkan Bandara Adisutjipto Yogyakarta beroperasi pada pukul 07.00 - 16.00 WIB. Angkasa Pura I terus berkoordinasi dengan otoritas dan pemangku kepentingan terkait dalam memonitor kondisi terkini dan menginformasikan ke publik mengenai status operasional kedua bandara tersebut.

"Kami tengah berkoordinasi intensif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam lebih besar yang diakibatkan peningkatan erupsi Gunung Merapi. Seluruh penumpang yang akan terbang dari dan menuju Solo dan Yogyakarta, diharapkan untuk terus memantau status penerbangan Anda melalui pihak maskapai dan/atau dapat mengikuti perkembangan status operasional bandara terkini dengan menghubungi layanan Contact Center Angkasa Pura I di nomor 172 atau Twitter @AngkasaPura172," ujar Handy. (Tempo.co)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel