-->

Noviarsono Manullang Ungkap Deflasi Maluku di November 2020


AMBON, LELEMUKU.COM - Provinsi Maluku pada November 2020 mengalami deflasi. Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Maluku pada November 2020 tercatat deflasi sebesar 0,09% secara bulanan (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2020 yang mencatat deflasi sebesar 0,56% (mtm). Secara tahunan inflasi Maluku tercatat sebesar 0,66% (year on year/yoy) dan secara tahun berjalan mengalami inflasi 0,29% (year to date/ytd). Inflasi Maluku tersebut berada di bawah target pencapaian inflasi tahun 2020 yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku sebesar 3%±1% (yoy). 


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Noviarsano Manullang mengatakan rendahnya tekanan inflasi Maluku pada November 2020 utamanya disebabkan oleh deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai akibat dari masih terbatasnya konsumsi masyarakat saat pandemi. Selain itu, ketiadaan pelaksanaan kegiatan publik seperti tahun sebelumnya serta menurunnya kinerja sektor pariwisata akibat pandemi menjadi faktor lain yang menyebabkan rendahnya permintaan terhadap bahan makanan. 


Beberapa komoditas bahan makanan yang tercatat mengalami deflasi adalah komoditas ikan segar, yaitu ikan cakalang dan ikan layang serta komoditas hortikultura, yaitu kangkung, cabai merah, dan wortel. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, pedagang di pasar cenderung menurunkan harga untuk tetap dapat menjual komoditas bahan pangan tersebut.  


Deflasi Maluku lebih dalam tertahan oleh kenaikan tekanan inflasi pada kelompok transportasi yang utamanya disebabkan oleh naiknya harga tiket angkutan udara. Berdasarkan hasil Survey Pemantauan Harga (SPH) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, harga tiket angkutan udara rute penerbangan Ambon-Jakarta naik sebesar Rp50.000,00 hingga Rp300.000,00. Kenaikan harga tiket angkutan udara sejalan dengan tren kenaikan jumlah penumpang di Bandara Pattimura, Kota Ambon.
Pada November 2020, TPID Maluku bersinergi dengan Satgas Pangan dan stakeholder untuk memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan pasokan dan kestabilan harga bahan pokok. Dalam rangka menjaga stabilitas inflasi selama November 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama dengan TPID Maluku Tengah telah melaksanakan HLM TPID yang dihadiri oleh Bupati Maluku Tengah membahas strategi pengendalian harga menjelang Natal dan Tahun Baru. 


Selain itu, dalam rangka menjaga pasokan ikan segar di Maluku, KPw BI Maluku telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk mendorong produktivitas nelayan budidaya melalui program budidaya keramba apung di Kecamatan Seram Utara. Selain komoditas ikan segar, KPw BI Maluku juga bersinergi dengan Pemerintah Kota Ambon untuk pengembangan metode penanaman hidroponik untuk komoditas hortikultura di Dusun Taeno, Pulau Ambon. Sinergi dan koordinasi yang erat dalam rangka pengendalian inflasi juga dilaksanakan melalui HLM TPID Provinsi Maluku dan TPID Kabupaten Seram Bagian Barat. 


Inflasi Provinsi Maluku sepanjang tahun 2020 diperkirakan berada pada level rendah dan stabil. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Maluku dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Maluku, TPID Maluku, TPID Kota/Kabupaten se-Maluku, Satgas Pangan, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya untuk mengendalikan harga. Adapun pengendalian inflasi di Maluku dilakukan melalui strategi kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif. (Laura Sobuber)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel