-->

Suriastawa Minta Usut Tuntas Rentetan Kasus di Kabupaten Intan Jaya, Tidak Hanya 1 Kasus

Suriastawa Minta Usut Tuntas Rentetan Kasus di Kabupaten Intan Jaya, Tidak Hanya 1 Kasus.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi I Gusti Nyoman Suriastawa menyatakan bahwa TNI sangat menghargai rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) termasuk temuan pihak lain yang melakukan penyelidikan terkait rentetan kasus kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua saat kontak senjata antara TNI dan kelompok separatis dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Sejak awal TNI mendukung keputusan pemerintah terkait hal ini, dan aktif mengamankan TGPF selama tugas investigasi di lapangan. TNI menjunjung tinggi proses hukum yang berlaku, termasuk bila ternyata dari proses hukum, terdapat keterlibatan oknum prajurit. Sejak beberapa hari yang lalu, Tim Investigasi TNI AD telah terjun di lapangan sebagai tindak lanjut rekomendasi TGPF," kata dia dalam rilis persnya. 

Namun Suriastawa juga mengingatkan bahwa rangkaian kejadian di Intan Jaya pada 14-18 September 2020 itu tidak hanya menelan 1 korban jiwa saja tetapi ada total 5 korban jiwa yang harus diselidiki yakni 3 warga sipil dan 2 TNI. 

"Seperti rekomendasi TGPF, TNI mendukung pengusutan tuntas seluruh kasus ini. Jangan hanya fokus pada 1 kasus dan mengesampingkan kasus lainnya, karena ini adalah satu rangkaian kejadian. Dikesampingkannya seluruh fakta dari rangkaian kejadian ini, akan mengaburkan masalah yang paling mendasar, yaitu keberadaan gerombolan kriminal bersenjata, sumber masalah di Papua ini," tegasnya.

Pasca pengumuman rekomendasi TGPF Intan Jaya oleh Menko Polhukam RI, Prof Dr Mahfud MD, tanggal 21 Oktober 2020 lalu Tim Independen Kemanusiaan yang diketuai Haris Azhar juga mengumumkan temuan hasil investigasinya yang berfokus pada kematian Pendeta Jeremias Zanambani.

Berbeda dengan rekomendasi TGPF, hasil investigasi tim yang beranggotakan para aktivis ini menyebut dengan detail uraian kejadiannya, waktu, tempat bahkan nama-nama pelakunya. 

Menanggapi temuan tim independen ini, Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF, Benny Mamoto menyatakan bahwa TGPF mengaku memiliki data yang lebih lengkap, namun TGPF memang tidak ingin mendahului proses hokum, karena itu diluar kewenangan TGPF. 

Selanjutnya pada Senin (2/11/2020) Ketua tim investigasi Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI untuk Kasus Kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Choirul Anam juga menyatakan adanya keterlibatan oknum anggota TNI terutama Serka Alpius Hasim Madi yang merupakan Wakil Danramil Hitadipa. (Albert Batlayeri)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel