-->

Edward Tanari Pastikan Partisipasi Kristen Indonesia Berbeda dengan Partai Parkindo 1945

Edward Tanari Pastikan Partisipasi Kristen Indonesia 1945 Berbeda dengan Partai Parkindo

MAKASSAR, LELEMUKU.COM -  Mantan Pengurus Partai Kristen Indonesia (Parkindo) menanggapi informasi tentang Kongres Luar Biasa Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 1945 yang menetapkan Alida Lampe Guyer sebagai Ketua Umumnya  (Ketum). Guyer sebelumnya merupakan ketua umum ormas Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo) 2015 - 2020.

Edward Tanari, mantan Sekjen DPP Parkindo 2000-2015 menjelaskan bahwa Parkindo yang merupakan organisasi masyarakat yang bersifat partisipasil bukan sebagai partai adalah kelanjutan pelayanan umat Kristen di bidang sosial kemasyarakatan setelah Partai Kristen Indonesia (Parkindo) menyalurkan aspirasi politiknya melalui Fusi pada era Orde Baru. Jadi fungsi Politik Parkindo awal itu sudah tersalurkan di PDI kemudian lanjut jadi PDI Perjuangan yang bisa dibaca di Pembukaan AD/ART PDI Perjuangan. 

"Partai Kristen Indonesia (Parkindo) masa Orla itu sdh Fusi dengan 4 Partai lainnya (PNI, Murba, Partai Katolik dan PPKI) menjadi PDI dan kini PDI Perjuangan. Parkindo (Partai yang lama ini) tidak pakai embel2 45. Partai Parkindo 45 itu lahir pasca Reformasi," ungkap Edward Tanari yang juga merupakan Pembina Parkindo Sulsel.

Sebelumnya kata dia, Parkindo 45 yang merupakan partai itu sudah pernah ikut Pemilu 2004 yang lalu tapi gagal saat dipimpin Ketua Umum nya Pdt. J. Pattiasina yang merupakan mantan Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). 

"Kongres Luar Biasa Parkindo 45 tidak ada hubungannya dengan ormas Parkindo, karena Parkindo 45 sempat mati suri pasca kegagalan di Pemilu 2004 sebelumnyha. Sehingga sudah sangat jelas bahwa Ormas Parkindo berbeda dengan Partai Parkindo 1945. "Jadi Partisipasi Kristen Indonesia (Ormas Parkindo) dan Partai Parkindo 45 tidak ada kaitan historis jika merunut sejarah" lanjut bung Edu

Seperti yang diketahui, bahwa Ormas Parkindo lahir dari pertemuan tahunan yang diadakan Yayasan Komunikasi. Yayasan ini dibentuk oleh Partai Kristen Indonesia tahun 1969 untuk menangani permasalahan di luar politik Praktis.

Berbeda dengan sejumlah partai Islam, seperti Perti, PSSI, NU, dan Parmusi yang setelah berfusi ke PPP kemudian menjadi ormas, Parkindo baru muncul belakangan, pada tahun 1991 yakni 20 tahun setelah berfusi 1973.

Sejak berdiri pada 29 November 1993, Lembaga Keumatan Ormas Parkindo baru menyelenggarakan Munas 4 kali. 

Pada Munas ke - I tahun 1995 memiliki ketua Umum Sabam Sirait dan Sekjen Supardan, pada Munas ke - II tahun 2000 memiliki ketua umum Marojahan Doloksaribu dengan Sekjen Edward Tanari. 

Pada Munas ke – III tahun 2005 memiliki ketua umum Saut Sirait dengan Sekjen Jeiry Sumampouw.

Pada Pengurusan Periode ke-3 yang seharusnya selesai pada 2010, tertunda Musyawarah Nasional (Munas) nya selama 5 tahun, sehingga baru dapat dilaksanakan pada bulan Agustus 2015. 

Pada Pengurusan Periode ke-4 memiliki ketua umum Alida Lampe Guyer dan sekjen Ernest Kuhuparouw.

Selama periode pengurusan 2015 – 2020, dilakukan konsolidasi organisasi, pembentukan, dan mengaktifkan DPD yang sudah lama vakum. Hasilnya hanya dua DPD yang berhasil melaksanakan Musyawarah daerah, yakni DPD Kalimantan Selatan pada 25 November 2017 dan DPD Sulawesi Selatan 19 – 20 Januari 2018. DPC yang berhasil melaksanakan musyawarah cabang sendiri masih sedikit sebab masih dibawah 10 cabang.

Terkait informasi tentang terbentuknya partai Parkindo 1945, Eliyah Acantha M Sampetoding sebagai sekertaris Dewan Pimpinan Daerah Partisipasi Kristen Indonesia Sulawesi Selatan (DPD Parkindo Sulsel) menyatakan bahwa pihaknya adalah ormas, bukanlah partai.

“Ada beberapa pengurus dan pembina tingkatan DPD dan DPC adalah pns, pegawai bumn, guru, dosen dan pendeta gereja yang tentunya tidak terjun ke politik praktis termasuk saya sendiri. Sebagai ormas Kristiani, ya Kita bergabung dengan Parkindo untuk partisipasi sebuah bidang pelayanan sosial.” ungkap Eliyah

Eliyah menjelaskan hal yang sama dengan pendapat Edward Tanari, bahwa Ormas Parkindo berbeda dengan Partai Parkindo 1945 yang baru didirikan pada tahun 2020. 

Sehingga Ormas Parkindo setiap 5 tahun sesuai kalender organisasi harus melaksanakan Munas, sebab Munas sebelumnya dilaksanakan pada Agustus 2015, sehingga sudah seharusnya Parkindo melaksanakan Munas pada tahun 2020 lanjutnya.

“Saya sudah diskusi dengan DPP Parkindo, bahwa Parkindo akan melaksanakan MUNAS dalam waktu dekat ini, dan ditargetkan pada tahun 2020 bisa dilaksanakan” lanjutnya

Eliyah menambahkan bahwa sudah saat nya Ormas Parkindo mengikuti era teknologi, Munas dan Rakernas bisa didorong secara daring (melalui teknologi). Sehingga, DPD Parkindo Sulsel maupun DPC yang berada di provinsi Sulawesi Selatan mendorong agar Musyawarah Nasional Parkindo segera dilaksanakan tahun 2020 ini sesuai agenda periodik organisasi 5 tahunan.(Ata J)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel