Petrus Fatlolon dan Istri Kunjungi 53 Pelaku Perjalanan di Rumah Karantina Lorulun - #Lelemuku | Lelemuku.com - Kebanggaan Anak Negeri | Portal Berita yang Informatif dan Objektif

Petrus Fatlolon dan Istri Kunjungi 53 Pelaku Perjalanan di Rumah Karantina Lorulun

Petrus Fatlolon dan Istri Kunjungi 53 Pelaku Perjalanan di Rumah Karantina LorulunLORULUN, LELEMUKU.COM – Bupati Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku Petrus Fatlolon, SH., MH bersama istri, Joice Pentury Fatlolon, SP selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tanimbar mengunjungi langsung ke-53 pelaku perjalanan di Rumah Karantina Terpusat di Desa Lorulun, Kecamatan Wertamrian pada Rabu (20/05/2020).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Fatlolon memberi kesempatan kepada para pelaku perjalanan untuk menyampaikan saran dan masukan tentang kondisi pelayanan selama berada di rumah karantina yang berlokasi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Lorulun sejak Sabtu (09/05/2020).

“Mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan atas pertolongan-Nya, kita semua diberikan kesempatan untuk terus mengabdi, berkarya dan melayani sesuai dengan tanggungjawab masing-masing di Tanimbar yang kita cintai ini. Saya ingin mendengar langsung masukan, saran dari bapak dan ibu sekalian tentang kondisi pelayan di rumah karantina ini,” kata dia.

Petrus Fatlolon dan Istri Kunjungi 53 Pelaku Perjalanan di Rumah Karantina Lorulun
Salah satu pelaku perjalanan, Rosa Delima Ratuanak mengaku selama menjalankan proses karantina hampir dua bulan yang diawali dari Kota Ambon hingga di Saumlaki, dirinya bersama peserta lainnya selalu patuh terhadap aturan yang berlaku dengan baik. Maka ia meminta seluruh masyarakat Tanimbar untuk menerima mereka dan jangan pernah ragukan keberadaan mereka yang telah mengikuti karantina dan dinyatakan negatif COVID-19.  Selain itu, sebagian pelaku perjalanan yang merupakan mahasiswa mengalami kendala keuangan, sebab mereka telah menggunakan uang semester untuk memenuhi kebutuhan selama tempat karantina dan perjalanan menuju Saumlaki. 

“Kami sudah hampir dua bulan dalam masa karantina mulai dari Ambon, kami punya kendala keuangan karena orang tua kirim kami uang untuk bayar semester, tetapi kami pakai untuk biaya lain di tempat karantina, dari kapal sampai disini. Maka itu, kami minta pertimbangan dan kebijakan dari bapak dan ibu membantu menutup kekurangan kami,” pintanya.   

Selanjutnya, Ronny Salamor yang merupakan petugas PLN memohon bantuan Bupati Fatlolon untuk menghubungi pimpinan PLN agar memperpanjang waktu kontrak mereka dalam pengerjaan instalasi listrik di Molu Maru yang awalnya tiga bulan tetapi kini tersisa dua bulan karena harus mengikuti karantina. Ia juga menyampaikan keluhan tentang pelayanan makan dan minum yang kurang memuaskan.

“Menurut kami pelayanan makan dan minum disini tidak memuaskan. Setiap pagi kami diberi roti saja, tanpa teh, karena tidak ada gula. Kami mau kasih uang untuk beli gula, tapi para relawan tidak mau menerima karena takut uang kami ada virus korona. Menu makanan juga tidak ada buah, bahkan mungkin pisang satu buah untuk cuci mulut juga tidak ada. Saya menilai pelayanan kurang bagus,” keluh Salamor.

Menanggapi beberapa hal tersebut, Bupati Fatlolon pastikan akan mengusut dan menindak lanjuti masalah pelayanan makan yang tidak maksimal dan segera dibenahi. Ia pun memberi jaminan kepada seluruh peserta karantina untuk menerima surat keterangan sehat dari Tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan dan pencegahan Pandemi Virus Corona (COVID-19) melalui Dinas Kesehatan.
Petrus Fatlolon dan Istri Kunjungi 53 Pelaku Perjalanan di Rumah Karantina Lorulun
Bupati mengaku akan segera menghubungi manager PLN terkait dengan kontrak para pekerja listrik di daerahnya. Kemudian usai waktu karantina pada Minggu (24/05/2020), ia juga mengundang para pelaku perjalanan untuk makan bersama di kediaman bupati serta akan menyediakan transportasi menuju kampung tujuan dan bantuan keuangan.

“Terkait waktu karantina, saya sudah pernah bertanya kepada tim dokter. Tim dokter menyampaikan bahwa karantina di daerah asal tidak menjamin seseorang itu terbebas COVID-19, karena ada masa perjalanan dengan kapal satu atau dua  hari, sehingga itulah sebabnya harus karantina ulang. Memang perjalanan saat pandemi COVID-19 penuh dengan resiko dan karantina ini merupakan instruksi Presiden Jokowi yang sesuai protokoler kesehatan, karena itu mari sama-sama kita jalankan ini dengan penuh kepercayaan untuk memutus mata rantai COVID-19,” pinta Fatlolon.

Selepas itu atas nama pribadi, Bupati Petrus Fatlolon bersama Istri, Joice Fatlolon menyerahkan bantuan peralatan Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) serta masker kepada seluruh pelaku perjalanan dan para relawan COVID-19. (Laura Sobuber)
loading...
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email: redaksi@lelemuku.com atau whatsapp : +6281343199624 / +6285254922161. Kiriman Berita/video/foto wajib disertai dengan biodata lengkap pengirim dan akan melalui proses moderasi.

Loading...
loading...