Kahar Tolitoli Nilai Tudingan Petrus Fatlolon Menista Islam, Tidak Berdasar - #Lelemuku | Kebanggaan Anak Negeri - Portal Berita yang Informatif dan Objektif

Kahar Tolitoli Nilai Tudingan Petrus Fatlolon Menista Islam, Tidak Berdasar

Kahar Tolitoli Nilai Tudingan Petrus Fatlolon Menista Islam, Tidak BerdasarSAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Tokoh Islam di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku menilai tudingan terhadap Bupati Tanimbar, Petrus Fatlolon yang menghina agama Islam, tidak berdasar dan penuh provokasi. Sebab permasalahan ini sudah diselesaikan bupati hingga ke MUI Pusat.

Hal ini diungkapkan mantan Dewan Penasehat MUI Tanimbar periode 2012-2017, H. Kahar Tolitoli menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di Kota Ambon pada Kamis (18/07/2019) yang menuntut MUI Maluku agar mengeluarkan fatwa Penistaan Agama kepada Bupati Fatlolon.

"Persoalan demo kemarin, statusnya tidak sama dengan kasus Ahok. Beda antara langit dan bumi, tidak sama sekali menyentuh masalah penistaan agama. Sebab dia tidak sebut seperti surat Al Maidah yang Ahok sebut sebagai ajakkan orang untuk jangan pilih dia karna surat itu, dan itu menurut fatwa MUI intinya penistaan. Tapi kalo kasus ini tidak ada, sebab sampai sekarang tidak ada fatwa MUI," ujar dia dalam konferensi pers bersama Ketua Forum Komunitas Pemuda Solan Mandrwiak (FKPSM), Zakharias Reresy di bilangan Jalan Mathilda Batlayeri, Saumlaki pada Jumat (19/06/2019).

Dikatakan, dari hasil kajian bersama MUI terkait kasus ini menyatakan bahwa Petrus Fatlolon tidak melakukan penistaan. Sebab ungkapan yang dikatakan tidak tertera didalam kitab suci umat muslim tersebut.

"Tidak ada dalam satu ayat di AlQuran yang sebut Petrus pemegang pintu kerajaan surga. Jangankan bilang pemegang kerajaan surga, namanya saja tidak ada didalam AlQuran. Jadi, apa yang disampaikan pak bupati, tidak ada dalam AlQuran. Dan kalau kita bicara barang yang tidak ada, buat apa dipermasalahkan," ungkap dia.

Tolitoli menegaskan aksi massa yang dilakukan di Lapangan Merdeka Kota Ambon dan Kantor Gubernur Maluku tersebut salah kaprah sebab MUI Tanimbar hingga pusat sudah menuntaskan hal ini dan mendapati tidak ada penistaan agama.

"Demo kemarin itu memaksakan sesuatu yang semestinya tidak terjadi agar dipaksakan untuk terjadi. Sebab kalaupun terjadi pernistaan agama, kan ada lembaga ulama yang menyelesaikan masalah itu," tukas dia.

Kahar Tolitoli Nilai Tudingan Petrus Fatlolon Menista Islam, Tidak BerdasarSejak bulan Juli lalu beredar sebuah video di facebook berdurasi 2 menit 14 detik yang menampilkan Fatlolon sedang berkampanye di Desa Waturu, Kecamatan Nirunmas. Video itu direkam pada tanggal 4 Desember 2016 saat dirinya masih menjadi calon bupati yang ketika itu masih bernama Maluku Tenggara Barat (MTB).

Video ini diklaim oleh kelompok GPII Ambon sebagai dasar untuk menuduh Fatlolon telah melakukan penistaan agama Islam. (Albert Batlayeri)

Ralat :
1. Kalimat "MUI Tanimbar" pada judul berita, berubah menjadi "Kahar Tolitoli"
2. Para paragraf ke-1, kalimat "Majelis Ulama Indonesia (MUI)" pada judul berubah menjadi "Tokoh Islam."
3. Pada paragraf ke-2, kalimat "Penasehat MUI Tanimbar" berubah menjadi  "mantan Dewan Penasehat MUI Tanimbar periode 2012-2017."

Dengan adanya ralat ini, redaksi menyatakan bahwa isi berita sebelumnya tidak berlaku lagi.
loading...
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email: redaksi@lelemuku.com atau whatsapp : +621343199624. Kiriman Berita/video/foto wajib disertai dengan biodata lengkap pengirim dan akan melalui proses moderasi.

Redaksi : redaksi@lelemuku.com
Iklan : iklan@lelemuku.com
Loading...
loading...