RWB Nilai Permusuhan terhadap Wartawan Dipicu oleh Penguasa Otoriter - #Lelemuku | Kebanggaan Anak Negeri - Portal Berita yang Informatif dan Objektif

RWB Nilai Permusuhan terhadap Wartawan Dipicu oleh Penguasa Otoriter

RWB Nilai Permusuhan terhadap Wartawan Dipicu oleh Penguasa OtoriterWASHINGTON, LELEMUKU.COM - Laporan tentang kebebasan pers yang dikeluarkan hari Kamis (18/04/2019) menyimpulkan bahwa rasa permusuhan terhadap wartawan di banyak bagian dunia terutama disebabkan oleh tingkah laku para penguasa yang otoriter.

Indeks kebebasan pers dunia tahun 2019 yang disusun oleh kelompok Wartawan Tanpa Tapal Batas atau Reporters Without Borders (RWB) mengatakan, rezim-rezim otoriter terus memperketat cengkeraman mereka atas media, sehingga timbul “kebencian terhadap wartawan, yang sering memicu aksi kekerasan dan menambah ketakutan.”

Peringkat Amerika Serikat dalam laporan tahunan itu terus menurun untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir, karena ancaman-ancaman yang sering dilakukan oleh Presiden Trump terhadap wartawan dan ucapan-ucapannya yang menghasut tentang media, kata laporan itu.

Amerika berada pada peringkat ke-48 dalam daftar 180 negara yang disurvei, yang terus turun sejak tahun 2016.

Untuk pertama kalinya sejak laporan itu dimulai tahun 2002, Amerika dimasukkan kedalam kategori negara dimana perlakuan terhadap wartawan digambarkan sebagai “problematis.”

Laporan itu mengutip pernyataan Trump yang berulang kali bahwa media berita adalah “musuh rakyat Amerika,” dan usahanya untuk melarang media tertentu untuk meliput kegiatan di Gedung Putih, serta penggunaan istilah “berita bohong” atas laporan-laporan yang kritis tentang pemerintahannya. (VOA)
loading...
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email: redaksi@lelemuku.com atau whatsapp : +621343199624. Kiriman Berita/video/foto wajib disertai dengan biodata lengkap pengirim dan akan melalui proses moderasi.

Redaksi : redaksi@lelemuku.com
Iklan : iklan@lelemuku.com

0 comments:

Post a Comment

Loading...
loading...