-->

Arif Budiman Kunjungi Markas Pusat Entri Data KPU DKI Jakarta

Arif Budiman Kunjungi Markas Pusat Entri Data KPU DKI JakartaJAKARTA, LELEMUKU.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arif Budiman muncul di tengah-tengah operator yang tengah sibuk melaksanakan tugasnya meng-entry form C1 dalam pelaksanaan kegiatan entri data dan pindai form C1 hitung cepat berbasis Aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu 2019 KPU se-Provinsi DKI Jakarta, Kamis (18/04/2019) malam.

Kedatangan orang nomor 1 di jajaran KPU se-Indonesia tersebut sontak membuat semangat para operator menjadi berlipat-lipat. Ketua KPU RI tidak datang sendiri, melainkan juga didampingi oleh komisioner KPU RI lainnya. Tampak mendampingi Arif Budiman, ada Wahyu Setiawan, Viryan dan Evita. Rombongan orang-orang penting dalam pelaksanan Pemilu di Indonesia tersebut datang pada pukul 19.30.

Kepada para Operator dan Verifikator, Ketua KPU dengan bangga menjelaskan bahwa apa yang sama-sama kita kerjakan ini akan menjadi catatan sejarah yang akan dilihat oleh generasi kita di belakang nanti.

“50 tahun ke depan, apa yang kita lakukan di sini akan tetap dan terus dilihat sebagai upaya untuk mensukseskan kerja berat yang pernah dilakukan penyelenggara Pemilu.

Setelah memberikan sambutan dan semangat kepada para operator yang sedang bertugas, ketua dan anggota KPU berkesempatan melihat dan mengamati secara langsung seluruh proses yang dilakukan, mulai dari datangnya form C dan C1 dari PPK, pemilahan hingga pindai dan entri form C dan C1 ke dalam aplikasi SITUNG.

Sementara kepada awak media yang meliput mengatakan bahwa Situng ini hanya untuk kepentingan publikasi, agar suara yang masuk bisa segera diketahui hasilnya oleh masyarakat, sama sekali tidak ada kaitannya atau memengaruhi penetapan hasil pemilu.

Ada tahapannya sendiri yaitu rekapitulasi penghitungan suara secara manual, yang saat ini sedang berlangsung di tingkat kecamatan. Nanti akan dilanjutkan ke tingkat kabupaten/kota dan provinsi kemudian terakhir direkap di tingkat nasional, itu yang akan dipakai sebagai dasar penetapan hasil pemilu 2019.” Imbuh Arif Budiman. (KPUJakarta)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel