Pendidikan Sejarah Propaganda - #Lelemuku | Kebanggaan Anak Negeri - Portal Berita yang Informatif dan Objektif

Pendidikan Sejarah Propaganda

Pendidikan Sejarah PropagandaPropaganda adalah satu alat untuk melakukan mobilisasi massa yang lebih murah daripada terjadinya kekerasan, penyogokan atau cara-cara kontrol lainnya. (Perang Dingin) propaganda adalah informasi yang berisikan doktrin, opini, ataupun pernyataan resmi dari pemerintah. Propaganda adalah suatu kegiatan komunikasi dengan teknik tertentu”.

Sejalan dengan tingkat perkembangan teknologi komunikasi yang kian pesat, maka metode komunikasi pun mengalami perkembangan yang pesat pula. Namun semua itu, mempunyai aksentuasi sama yakni komunikator menyampaikan pesan, ide, dan gagasan, kepada pihak lain (komunikan). Hanya model yang digunakannya berbeda-beda.

Sejarah Propaganda

Salah satu kegiatan propaganda di zaman Romawi dalam usaha mempengaruhi pendapat umum adalah menyelenggarakan acara arak arakan yang disebut “Triumph”, yaitu satu acara arak arakan bersifat pesta ria/festival untuk menyambut kemenangan para Panglima Roma yang kembali dari peperangan  dengan membawa hasil kemenangan berupa segala harta rampasan dan budak budak sebagai tawanan.

Penyelenggaraan “Triumph” dimaksudkan untuk mempengaruhi penduduk Roma tentang kebesaran  dan kkeagungan imperium Romawi.

Dalam perkembangan sejarah agama Kristen telah timbul bentuk kegiatan propaganda yang lain, yaitu berupa kegiatan para Apostel yang memasuki dan menjelajahi daerah daerah diseluruh penjuru angin dengan menghotbahkan kebesaran dan kesucian tuhan.

Salah  satu episode yang terpenting dalam kegiatan Propaganda di zaman itu adalah dibentuknya suatu Majelis Tabligh di kota Roma oleh Paus Gregoreus XV pada tahun 1622, yang disebut “Sacra Congregatio de Propaganda Fide” (Majelis Suci untuk mempropagandakan Agama). Di majelis berkumpul para cardinal yang bertugas merumuskan metode untuk kegiatan Propaganda Agama dan mengawasi buku buku Liturgis serta membahas laporan laporan para uskup dan pejabat pejabat agama lainnya di luar negeri.

Menurut L Fraser dalam bukunya “Propaganda" mengemukakan bahwa yang membentuk majelis tersebut adalah Paus Gregorius XIII, sedangkan Emory S Bogardus dalam tulisannya yang berjudul “The Making of Public Opinion” menyatakan bahwa yang membentuk majelis tersebut adalah Paus Gregorius XV  pada tahun 1622.

Adanya penyebaran agama dengan bentuk dan pola kegiatan Propaganda tersebut diatas, disebabkan ketika aliran Katholik tengah menghadapi dua hal penting dalam sejarah perkembangannya, yaitu tentangan dari kaum reformis (aliran Prostestan) dan penyebaran agama di negeri  lain yang baru ditemukan sebagai hasil berkembang ilmu dan pengetahuan di Eropa.

Pada abad ke 17 telah berkembang kegiatan propaganda dengan cara yang baru dengan ditemukannya alat/mesin cetak  Para Kaisar pendukung aliran Katholik menggunakan surat selebaran  yang berisikan seruan kepada  para pangeran beserta pengikutnya pendukung aliran Protestan agar menghentikan perjuangan mereka, karena hanya akan sia sia  dan sebaiknya menyerah segera. Thema kegiatan propaganda semacam ini kita kenal sebagai Psychological Warfare.

Pada awal mulanya, propaganda dipakai untuk mengembangkan dan memekarkan agama Katholik Roma baik di Italia maupun negara-negara lain. Di tahun 1922, tak lama setelah perang 30 tahun, untuk pertama kalinya kata propaganda pertama kali digunakan. Sri Paus Gregory menggunakan istilah propaganda untuk menamakan panitia khusus untuk menyebarkan keyakinan. Panitia tersebut bernama Congregatio de Propaganda Fide (kelompok penyebar keyakinan). Tugas utama kelompok ini adalah menyebarkan doktrinasi katolik ke dalam negara-negara non-katolik ( wilayah misi). Conggregatio de Propaganda Fide adalah komite tetap kardinal yang bertanggung jawab atas aktivitas misionairs katolik Roma sejak   1622.

Bruce  L  Smith  (Encyclopedia Social Science) ”Manipulasi relatif secara sengaja dengan menggunakan simbol (kata-kata,sikap,bendera, atau musik) terhadap pikiran atau tindakan orang lain dengan sasaran terhadap kepercayaan, nilai dan perilakunya.

Pendidikan Propaganda
Teori yang saya pilih adalah teori The Big Lie, yaitu sebuah teori yang muncul dan menjadi teknik propaganda ketika Adolf Hitler mendiktekan bukunya yaitu Mein Kampf tentang sebuah kebohongan besar yang tidak akan dipercaya oleh orang lain. Kebohongan ini memuat paham bahwa seseorang dapat dengan lancang mengubah kebenaran secara besar-besaran. Hitler mengilustrasikan kebohongan besar ini dalam kasus yang dilakukan oleh bangsa Yahudi, pihak Yahudi menyalahkan kekalahan Jerman dalam perang dunia pertama secara tidak adil yang dimana saat itu pasukan Jerman dipimpin oleh Erich Ludendorf. Kebohongan tersebut kemudian mempengaruhi banyak pendapat masyarakat dunia sehingga semua orang menyalahkan Erich Ludendorf untuk kekalahan Jerman. Perubahan pandangan masyarakat tersebut disebut sebagai Art of Lying oleh Hitler.

Teori The Big Lie ini namun kemudian digunakan juga oleh Jerman, Goebbels dan para Nazi, dalam memanfaatkan Anti-Semitisme yang kemudian berubah menjadi pembunuhan masal rakyat yang tidak bersalah. Goebbels membuat kebohongan bahwa Yahudi sudah memulai perang pembantaian terhadap Jerman dan memiliki bala tentara kuat yang menguasai Inggris, Rusia, dan Amerika, kemudian masyarakat dunia, terutama Jerman, merasa takut dan merasa memiliki kepentingan untuk bertahan, sehingga pada masa itu banyak sekali rakyat Yahudi yang tidak bersalah dibunuh serta dibantai, lalu lahirlah perang dunia kedua. Propaganda ini dapat berhasil karena kebohongan tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Joseph Gobbels merupakan tokoh penting juga disamping keberadaan Adolf Hitler di dalam organisasi Nazi. Beliau adalah mentri propaganda yang menyempurnakan pengertian teori The Big Lie, sehingga dapat disimpulkan propaganda yang menggunakan teori The Big Lie ini akan dipercaya oleh masyarakat luas apabila banyak pendengar yang diberitakan dan kebohongan tersebut dilakukan secara berulang-ulang.

Teori The Big Lie juga dapat kita temudi di jaman modern ini, contohnya dalam kasus gelang Power Balance. Gelang Power balance dipercaya berfungsi mampu meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh. Promosi Power Balance dilakukan secara besar-besaran dan banyak sekali orang percaya dengan kegunaannya, bahkan atlit basket terkenal seperti Lamar Odom memakai produk ini. Selain itu tokoh dunia seperti Bill Clinton pun tidak luput dari gencarnya promosi gelang fungsional tersebut. Promosi tersebut semakin menguat dengan dibantu oleh teknik WOMM (Word of Mouth Marketing), yaitu berjalannya informasi dari mulut ke mulut.

Sejalan dengan tingkat perkembangan manusia, propaganda tidak hanya digunakan dalam bidang keagamaan saja tetapi juga dalam bidang pembangunan, politik, komersial, pendidikan dan lain-lain.

Propaganda berasal dari bahasa latin Propagare atau Propagate yang artinya : (1). Mengembangkan/menyebarluaskan; (2). Memekarkan

Propaganda adalah penggunaan simbol-simbol untuk mempengaruhi perilaku atau manipulasi perasaan manusia.

Penjabaran Teori Propaganda
(1) Suatu usaha yang diamaksud dalam konteks komunikasi internasional adalah pengiriman pesan-pesan oleh komunikan  kepada komunikator; (2). Secara sengaja dalam artian pesan yang disampaikan memang benar-benar direnacanakan denga teknik tertentu dan sitematis dan memiliki struktur serta ketentuan-ketentuan tertentu.

(3). Beberapa individu atau kelompok yang dimaksud adalah mereka yang diberikan mandat ataupun kepercayaan dari lembaganya masing-masing baik official maupun unofficial untuk menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan. Dalam hal ini pesan yang disampaiakan bersifat global atau lintas negara melewati batas teritorial sebuah negara, seperti isu-isu  politik, hukum, pendidikan, ekonomi sosial, dan budaya; (4). Membentuk, mengawasi atau mengubah sikap, dapat dimaknai dengan upaya komunikan untuk membentuk, mengawasi atau mengubah sikap terkait dengan isu-isu yang masuk ke ranah komunikasi internasional.

(5). Menggunakan media atau saluran komunikasi internasioanal; (6). Tujuannya setiap situasi yang tersedia, reaksi dari mereka yang dipengaruhi dalam hal ini negara tujuan, akan seperti yang diinginkan oleh si propagandis (negara pengirim).

Jenis-Jenis Propaganda

White propaganda atau bisa disebut propaganda ‘putih’ adalah sejenis propaganda yang dikenal kesahihan serta ketepatan cerita atau berita yang ingin disampaikan, Propaganda jenis ini kebiasaannya akan melalui saluran yang dimonopoli oleh pihak pemerintah. Setiap maklumat yang disebarkan akan memberi kelebihan dan menonjolkan kebaikan pihak pemerintah.

Black Propaganda adalah sejenis propaganda tertutup atau tersembunyi.Propaganda jenis ini memberikan sumber informasi yang salah atau tidak tepat. Penyebar propaganda ini juga akan menyebarkan informasi palsu dan akan memberi kesan buruk kepada orang atau negara yang dituduh itu.

Grey Propaganda pula atau dengan kata lain sebagai propaganda ‘kelabu atau kabur’ adalah sejenis propaganda yang kurang ketepatan tentang informasi atau berita yang disebarkan. Propaganda jenis ini biasanya tidak diketahui penyebar yang menyebarkan informasi tersebut. Apabila sesuatu informasi disebarkan,kita jarang mengetahui identitas penyebar maklumat tersebut. Propaganda jenis ini juga kebiasaanya akan menolak sesuatu kekejaman yang dilakukan oleh kuasa-kuasa besar.

Ratio Propaganda adalah sejenis propaganda yang bersifat positif. Propaganda jenis ini lebih menjurus ke arah perpaduan dan mencipta nama yang baik. Selain itu, ia mempromosikan ikatan persahabatan dan meningkatkan moral sesuatu perkara yang disebarkan.

Muhammad Ichsan, S,Pd
Pegiat Pendidikan Sejarah Pertahanan dan Damai Resolusi Konflik (PSPDR)
loading...
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email: redaksi@lelemuku.com atau whatsapp : +621343199624. Kiriman Berita/video/foto wajib disertai dengan biodata lengkap pengirim dan akan melalui proses moderasi.

Redaksi : redaksi@lelemuku.com
Iklan : iklan@lelemuku.com

0 comments:

Post a Comment

Loading...
loading...