-->

Masuknya Kosmetik Ilegal di Timika Karena Lemahnya Pengawasan Pemerintah

Masuknya Kosmetik Ilegal di Timika Karena Lemahnya Pengawasan Pemerintah
TIMIKA, LELEMUKU.COM - Anggota Komisi B DPRD Mimika M Nurman S Karupukaro menilai temuan ratusan kosmetik oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mimika akibat lemahnya peran Pemerintah dalam mengawasi produk kosmetik yang masuk ke Timika.

Namun untuk melakukan pengawasan belum terlambat apabila pihak terkait bisa bekerjasama dalam mengawasi produk-produk ilegal yang masuk ke Timika seperti kosmetik, serts makanan dan minuman.

"Yang pertama dari sisi pengawasan pemerintah itu sendiri dikategorikan lemah dan pasar yang tidak sehat karena produk ilegal saja bisa masuk dan akhirnya banyak membuat," kata Nurman ketika ditemui di kantor DPRD Mimika, Jumat (30/11).

Menurutnya, kosmetik ilegal yang tidak memiliki ijin daei BPOM tersebut sangat berbahaya bagi konsumen atau masyarakat dalam hal kesehatan yang bisa mengakibatkan kanker kulit dan gangguan kesehatan lainnya.

"Produk ini berbahaya dan mengganggu kesehatan kulit dan sebagainya dan ini bisa mengakibatkan kanker," terangnya.

Ia menegaskan, perlunya sinergi antara instansi terkait dalam hal ini Disperindag Kabupaten Mimika, Dinkes Kabupaten Mimika, dan BPOM Kabupaten Mimika untuk melakukan pengawasan produk-produk kosmetik saja, tapi juga produk makanan dan minuman yang dijual yang tidak memiliki level konsumen dari Pemerintah.

"Jadi saya pertegas lebih pada pengawasan internal pengawasan produk di pasar dan apotek. Bukan hanya pemeriksaan kosmetik tapi makanan dan minuman juga banyak yang dikategorikan ilegal yang belum memiliki lebel konsumen," tegasnya.

Dirinya berharap agar Disperindag, Dinkes dan BPOM Kabupaten Mimika harus sering melakukan sidak ke pasar-pasar, apotek, toko untuk mengantisipasi barang-barang ilegal dan kalaluwarsa yang masih ada di pasaran untuk diperjualbelikan.

"Jadi perlu kerjasama untuk mengawasi semua barang masuk dan mudah-mudahan ditahun depan Disperindag dan dinkes bisa aktif turun ke pasar dan apotek-apotek," katanya. (Ricky Lodar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel

powered by