-->

Inpex Masela Konsisten Dukung Pengembangan Kain Tenun Ikat Tanimbar

Inpex Masela Konsisten Dukung Pengembangan Kain Tenun Ikat Tanimbar
AMDASA, LELEMUKU.COM – Perusahaan minyak dan gas (migas) asal Jepang, Inpex Corporation yang untuk mengelola Blok Masela di Lapangan Abadi yang terletak di Laut Arafura mendukung semakin gencarnya promosi kain Tenun Ikat Tanimbar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku

Menurut Halida N. Hatta, Expertise Communication Relation Inpex Masela dukungan yang diberikan guna ikut melestarikan kain tradisional tersebut, serta sebagai upaya mendukung dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, sekaligus menghormati warisan leluhur masyarakat Tanimbar.

"Pemasaran tenun ikat Tanimbar sangat terbuka luas. Hal itu dibuktikan dengan ketertarikan yang datang dari berbagai perusahan besar di dalam negeri dan lembaga-lembaga lainnya di Indonesia," kata dia saat menyampaikan sambutan pada acara Peresmian dan Penyerahan Bantuan Program Pengembangan Kain Tenun Tanimbar, Kelompok Batlolonar di Desa Amdasa, Kecamatan Wertamrian pada Jumat (23/11).

Dikatakan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari INPEX ini akan semakin dikembangkan sehingga dapat membantu memperkuat sektor industri kain tenun Tanimbar dari hulu ke hilir.

"Investasi tenun Tanimbar yang sudah dilakukan diharapkan akan menjadi pilot project pengembangan yang dapat dikemebangkan oleh pemerintah daerah di seluruh warga desa yang ada di Kepulauan Tanimbar.  Apalagi saya dengar sejak tahun lalu Pemerintah Daerah MTB sudah membuat aturan bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk menggunakan pakaian seragam berbahan kain hasil tenun ikat Tanimbar setiap hari Kamis,” kata dia.

Selanjutnya Halida menyatakan, masyarakat Tanimbar sejak dulu sudah hidup dalam tradisi yang tinggi. Mereka mampu membuat pola atau gambar untuk memperkaya khazanah tenun ikat sehingga keberadaan tenun ikat Tanimbar, terus dikembangkan dan semakin beragam.

"Tenun ikat Tanimbar merupakan suatu warisan leluhur yang menggambarkan kepandaian dan talenta, yang ada di dalam pikiran warga setempat. Peran ibu-ibu di MTB dan khususnya di Desa Amdasa untuk menjaga warisan tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata sehingga hal ini harus terus dilakukan," harap dia.

Menurut Senior Specialist Media Relations Inpex Masela, Moch. N. Kurniawan, walau belum beroperasi bahkan melaksanakan aktivitas migas yang berarti, Inpex Masela melihat bahwa lisensi sosial dalam beroperasi merupakan suatu hal yang fundamental dan perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Salah satunya dengan berkomitmen untuk melakukan sejumlah Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam rangka mendapatkan lisensi sosial sejak dini melalui kepercayaan, penerimaan dan dukungan masyarakat sekitar.

"Mengingat industri migas sangat dinamis dan dikategorikan sebagai energi yang tidak terbarukan, Inpex melihat bahwa keberadaan perusahaan tidak akan selamanya berada di wilayah kerjanya. Atas dasar tersebut, maka program sosial yang telah dirintis Perusahaan sejak 2009 tidak hanya terbatas kepada implementasi program saja namun sudah mengarah kepada upaya mencipatakan keberlanjutan antara lain melalui keterlibatan sejumlah pihak," jelas dia.

Harapannya program-program yang dilakukan dapat berkontribusi meningkatkan kualitas hidup dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat agar dapat tumbuh kembang bersama-sama dengan proyek lapangan Gas Abadi Wilayah Kerja Masela.

"Upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan dianugerahkannya INPEX sebagai perusahaan swasta dengan program CSR terbaik atau Gold Medal Award untuk kategori Program CSR berbasis pengembangan masyarakat tahun 2018   oleh Public Relations Indonesia. Program CSR  kami yang terpilih sebagai yang terbaik dalam penghargaan tersebut adalah program pengembangan Tenun Ikat Tanimbar. Ini adalah salah satu bentuk penghargaan publik tidak hanya untuk kami tapi juga kepada Tenun Tanimbar, " ujar dia.

Dikatakan 62 persen dari total anggaran PPM Inpex Masela sejak tahun 2009 diperuntukkan untuk pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sebanya 36 persen dan pendidikan sebanyak 26 persen.

"Program pelatihan tenun Tanimbar tahun ini merupakan tindak lanjut dari program kolaborasi dan sinergi bersama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku dengan Inpex Masela Ltd. yang dilakukan dalam bentuk MOU. Program ini merupakan tindak lanjut dari hasil penandatanganan nota kesepahaman (MOU) yang dilakukan 23 Mei 2017 lalu di Ambon. Sementara bagi Inpex, Pelatihan Tenun Tanimbar di MTB telah dimulai sejak tahun 2013 ," jelas dia. (Albert Batlayeri)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel