Petrus Fatlolon Nilai VCO Ekonomis Dibanding Kopra - Lelemuku.com | Media Pemberi Kabar dan Informasi yang Kritis, Obyektif, Akrab dan Bermartabat dari Maluku

Petrus Fatlolon Nilai VCO Ekonomis Dibanding Kopra

Petrus Fatlolon Nilai VCO Ekonomis Dibanding Kopra
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Provinsi Maluku, Petrus Fatlolon menilai Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni lebih ekonomis dibandingkan kopra baik dalam hal pengolahan dan juga hasil akhirnya.

“Kita tahu bahwa harga kopra di MTB berada pada kisaran Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilo dan itu memang hampir tidak punya nilai ekonomis kalau kita sandingkan dengan proses pengolahannya yang panjang,” kata Fatlolon kepada wartawan saat akhir presentasi rencana penataan Kota Saumlaki, di Gedung Pendopo, pada Selasa (27/2).

Ia membeberkan, meski canggih, mesin untuk memproses dan menghasilkan VCO yang sangat sederhana dan dapat dioperasikan secara mudah.

“Prosesnya mudah dan murah. Alatnya itu hanya seharga Rp150 juta, membutuhkan tenaga sekitar 4 sampai 5 orang saja. Para wanita pun bisa mempergunakan mesin sebab sangat sederhana,” beber Fatlolon.

Ia menguraikan dengan jumlah kelapa yang sama, hasil VCO akan lebih banyak dan jauh lebih mahal dibandingkan jika memproses kopra. Dalam 10-20 buah kelapa bisa hasilkan 1 liter VCO, sementara kalau dibuat kopra hanya menghasilkan sekitar 1 kilo saja.

“Mulai dari panjat pohon kelapa, kemudian dibelah, lalu dijemur sampai pada dikarungkan, kemudian dijual ke pembeli. Harga itu menurut saya tidak ekonomis, sangat rendah dibandingkan dengan proses VCO yang kalau 1 unit peralatannya itu mampu memproduksi 1 liter dalam 1 jam. Jadi kalau 1 hari dia kerja 8 jam berarti dapat menghasilkan 8 liter. 8 liter, katakanlah harganya kalau 1 liter Rp50.000 berarti sudah Rp400.000. Padahal dengan jumlah kelapa yang sama kalau bikin kopra itu tidak sampai Rp100.000,” urai Bupati.

Fatlolon mengakui hal ini membuat Pemerintah Daerah mencari solusi dengan menyempatkan diri menyaksikan dan turut serta dalam demo pengolahan buah kelapa menjadi VCO beberapa waktu lalu di Provinsi Bali.

“Karena itu kami rencanakan pada anggaran perubahan APBD 2018 kami akan siapkan peralatannya. Nanti harga coconut oil itu sampai pada pemasaran sudah kita hubungi sebab sudah ada pihak yang menunggu kapan kita bisa kirim paling kurang 1 kontener. Mereka beli, kemudian nanti dieksport ke luar negeri, seperti Jepang, Cina dan negara-negara lainnya,” aku dia.

Bupati menegaskan proses pengelolahan hingga pemasarannya VCO ini akan dilakukan di MTB.

“Produksi, semua proses sampai pada pemasaran nanti semua disini dan pembelinya datang ambil dari sini. Sampai pada packing semua disini,” jelas dia.
Dikatakan, pihaknya akan membentuk kelompok-kelompok usaha tani dengan prioritasnya di desa-desa penghasil kelapa.

“Desa-desa yang memang kita sudah analisa, kelapa terbanyak di desa tertentu disitulah yang akan kita tempatkan unit pengolah coconut oil,” tegas dia.

Minyak kelapa murni adalah minyak yang dibuat dari daging kelapa segar. Proses yang dilakukan dalam suku rendah. Cara membuatnya adalah dengan mendapatkan santan daging kelapa, dilanjutkan dengan proses fermentasi atau menggunakan enzim, dan dapat juga diolah secara mekanik.

Cara membuat minyak kelapa murni tidak menggunakan bahan kimia dan solvent. Dari proses ini, rasa minyak yang lembut dan aroma khas kelapa. Jika membeku dibawah dua puluh derajat celcius, warna minyak kelapa murni putih. Sedangkan jika air, itu adalah warna berwarna atau bening.

Minyak kelapa ini yang sudah dikenal sejak lama juga punya banyak manfaat, diantaranya untuk mengobati demam, detoksifikasi dan menetralkan racun karena obat. (Anna Aurmatin/Laura Sobuber)

Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email redaksi@lelemuku.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : redaksi@lelemuku.com
Iklan : iklan@lelemuku.com

0 comments:

Post a Comment