MTB Harus Jadi Kabupaten Kuat Tradisi dan Budaya - Lelemuku.com | Media Pemberi Kabar dan Informasi yang Kritis, Obyektif, Akrab dan Bermartabat dari Maluku

MTB Harus Jadi Kabupaten Kuat Tradisi dan Budaya


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku harus menjadi kabupaten yang kuat dan  maju dalam tradisi dan budaya daerah, guna menghadapi tantangan perkembangan dunia yang semakin canggih dan pengaruh budaya luar yang gencar.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) MTB, AKBP Hery Dian Dwiharta saat memberikan pesan dan kesan, ketika pamit dihadapan Jemaat GPM Ebenhaezer Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan pada Minggu (19/11).

“Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Australia. Kita di MTB harus kuat dan maju dalam menjaga tradisi dan budaya  Caranya dengan kuatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sebab meski kita berbeda dalam berbagai hal, tetapi satu dalam kebersamaan,” pesan Kapolres.

Ia berpesan agar kebersamaan sebagai warga Indonesia yang kuat dalam tradisi dan budaya dapat diperlihatkan di MTB. Melalui sikap-sikap positif yang saling menghargai perbedaan, namun selalu menjaga dan melestarikan adat istiadat Tanimbar yang masih kental.

 “Meski kita berasal dari berbagai wilayah di Indonesia tapi tetap satu. Termasuk pula ketika kita berbeda desa dan kecamatan, mari kita semua selalu jaga kerukunan di Tanimbar,” ajak dia.

Ia optimis perkembangan dan pembangunan yang terjadi saat ini akan menjadikan Kabupaten MTB sebagai wilayah maju, yang tidak kalah dengan kota-kota lainnya. 

“Saya yakin, Saumlaki akan menjadi kota besar, paling kurang lima tahun. Sebab ada perusahaan besar yang akan berinvestasi di sini. Untuk itu kita harus siapkan tangan tangan terampil dalam hadapi tiap masalah yang muncul dari perkembangan ini,” ungkap dia.

Dikatakan, masalah-masalah yang muncul dari perkembangan kota ini harus dijadikan sebagai keuntungan dalam merekatkan kebersamaan dan kerukunan antar warga, bukan malah disalahgunakan sebagai akar perpecahan. Sebab menurut pengalaman Kapolres saat bertugas di Benua Afrika, tidak adanya penghargaan atas perbedaan inilah yang menjadi pemicu konflik yang hingga saat ini terus terjadi.

“Saya berpengalaman di negeri Sudan, Benua Afrika, selama setahun saya dinas dan melihat konflik di sana yang membuat masyarakat hidup miskin. Rumah-rumahnya sangat sederhana, sekolah sangat jauh, air sangat susah diakses. Itulah akibat perang antar suku, antar kampung, antar daerah,” kisah Kapolres.

Sehingga ia meminta agar masyarakat dapat selalu menjaga kedamaian dan kerukunan di MTB. Sebab selama 8  bulan ia bertugas, berbagai konflik di Kabupaten MTB ini dapat diselesaikan dengan baik, sembari menyebut konflik antar warga di Desa Sofyanin, Desa Arma-Watmuri dan Desa Amdassa.

“Kalau ada masalah harus diselesaikan dengan damai. Ada masalah kecil saja di kampung harus diselesaikan secara baik. Sehingga keinginan kita semua dalam menjaga kedamaian dan ketertiban di MTB dapat selalu terjaga,” tukas Kapolres. (Albert Batlayeri)
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email redaksi@lelemuku.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : redaksi@lelemuku.com
Iklan : iklan@lelemuku.com

0 comments:

Post a Comment