-->

Dua Unit Mesin Rusak, PLN Saumlaki Berlakukan Padam Bergilir


SAUMLAKI - PT. PLN (Persero) Rayon Saumlaki akhirnya memberlakukan pemadaman lampu listrik untuk pelanggan di Kota Saumlaki dan sejumlah desa di kecamatan Tanimbar Selatan secara bergilir.

Kebijakan tersebutdiberlakukan pasca dua unit mesin pada pusat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) mengalami kerusakan berat dan sedang dalam perbaikan.

“Kami terpaksa melakukan pemadaman secara bergilir karena dua hari kemarin terjadi kerusakan pada mesin unit tiga dengan kapasitas 1.000 KVA atau 1 Mega. Kami sudah berupaya melakukan perbaikan pada watter pump atau pompa air yang rusak pada mesin tersebut namun tidak bisa sehingga kami memutuskan untuk mengirim alat tersebut ke Jakarta untuk diperbaiki” ujar manager PLN Rayon Saumlaki, Yosep Suarlembit, yang dikonfirmasi, Kamis (6/9).

PLTD Saumlaki memiliki lima unit mesin, dimana ada tiga buah mesin masing-masing berkapasitas 1000 KVA dan dua diantaranya berukuran sedang.

Selain kerusakan yang terjadi pada mesin unit tiga, sebelumnya satu unit mesin mengalami gangguan berat dan hingga saat ini belum bisa diperbaiki.

Dari lima unit mesin tersebut dua unit mesin masing-masing berkapasitas 1.000 KVA sedang rusak, dengan demikian terjadi kekurangan pasokan daya listrik yang tersedia untuk melayani masyarakat pelanggan dengan total beban yang dibutuhkan mencapai lebih dari 3.000 KVA.

“Nah, pemadaman ini dilakukan pada malam dan siang hari secara bergilir dan direncanakan kembali normal saat alatnya dikirim kembali dari Jakarta. Informasi dari teknisinya itu nanti hari Minggu esok (10/9) baru alatnya tiba dan pemasangannya membutuhkan satu hingga dua hari,” lanjutnya.

Untuk mengatasi pelayanan kepada masyarakat, pihaknya mensuplay aliran listrik dari PLTD di desa Tutukembong, kecamatan Nirunmas untuk membantu melayani para pelanggan di desa Sifnana dan desa sekitarnya hingga desa Latdalam.

Sementara wilayah kota Saumlaki hingga desa Olilit Raya dilayani secara bergilir dengan pasokan listrik yang tersedia di PLTD Ukurlaran.

“Salah satu penyebab kerusakan mesin adalah karena pepohonan disepanjang jaringan listrik yang dilarang pemiliknya untuk dipangkas, sehingga pada saat angin kencang dan kena jaringan listrik maka arus gangguan menuju mesin dan mesinya padam sekejap. Ini yang menyebabkan terjadi kerusakan pada mesin,” bebernya.

Yoseph berharap, kedepan masyarakat bisa merelakan pepohonan yang mengalangi jaringan listrik untuk dipangkas sehingga peluang kerusakan mesin listrik tidak akan terjadi lagi dan selanjutnya pelayanan aliran listrik menjadi normal. (dharapos)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel