Warga Huamual Kembali Temukan Bangkai Ikan Paus

Warga Huamual Kembali Temukan Bangkai Ikan Paus.jpg
Warga Huamual Kembali Temukan Bangkai Ikan Paus (foto:kompas)

PIRU, KALWEDO – Lagi, bangkai seekor ikan paus ditemukan warga terdampar di perairan Desa Soleh, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, Senin (29/5). Bangkai hewan mamalia ini terdampar di air lubang tak jauh dari desa tersebut sekira pukul 06.00 WIT.

Saat ini bangkai paus masih berada di perairan itu. Warga rencananya akan menarik bangkai paus ke tepi pantai.

Sekretaris Desa Sole, Ismet Tiakoly mengungkapkan, paus tersebut telah diukur dengan menggunakan alat ukur dan hasilnya paus itu memiliki ukuran panjang 23 meter dan lebar 5 meter.

“Kita pastikan itu paus karena belum hancur tubuhnya jadi bisa dikenali,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/5).

Ismet mengungkapkan, sebelum terdampar, Minggu sore, warga sempat melihat paus muncul di sekitar perairan tersebut.

“Kemarin sudah ada warga yang lihat paus itu, kondisinya memang sudah tidak kuat lagi. Tadi pagi waktu pertama kali dapat, masih hidup kira-kira (paus) itu baru mati dua jam kemudian (08.00 WIT),” ungkapnya.

Sebelumnya, bangkai seekor paus jenis sperma dengan ukuran panjang 22 meter dan leber 4 meter juga terdampar di pantai Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat pada Rabu (10/5) lalu.

Bangkai paus saat itu ditemukan sejumlah warga yang hendak pergi ke pantai di dusun tersebut sekira pukul 16.00 WIT. Penemuan itu sontak menggegerkan warga di dusun tersebut.

Kapolsek Huamual Ipda Idris Mukadar membenarkan adanya penemuan bangkai paus tersebut. Dia mengaku hingga malam ini, bangkai paus itu masih berada di pantai tersebut.

“Bangkai paus itu ditemukan warga tepat di Dusun Hulung, sampai saat ini masih berada disana,” kata Mukadar, Rabu malam.

Dia menjelaskan, semula warga mengira kalau bangkai paus yang ditemukan itu adalah cumi raksasa, namun setelah diperiksa ternyata hewan tersebut lebih mirip paus.

”Awalnya warga mengira itu cumi, tapi setelah diperiksa ternyata bangkai paus karena lebih mirip dengan paus,” ujarnya.

Menurut dia, setelah diperiksa, anggota Babimkantibmas setempat bersama warga juga ikut mengukur panjang paus tersebut.

”Panjang paus itu mencapai 22 meter dan lebar 4 meter. Warga juga menemukan taring sepanjang 4 meter di bangkai ikan paus tersebut,” katanya.

Dia menduga paus raksasa itu telah mati sejak beberapa hari yang lalu sebab bagian tubuh ikan tidak sempurna lagi. Selain itu bagian perut ikan juga telah hancur.

”Kalau dilihat dari kondisi bangkai ikan paus itu, kemungkinan ikannya sudah mati sejak beberapa hari lalu,” tuturnya. (kompas)

Tinggalkan Balasan