Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) MTB Dorong Kader Jadi Motivator

SAUMLAKI  – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai pengelola PKK dalam mendukung pembangunan, mendorong para kader untuk menjadi motivator yang tangguh untuk menyampaikan pesan pembangunan dan menggerakkan keluarga agar mau melaksanakan 10 program pokok PKK serta mencatat data dan kegiatan warga yang dapat dijadikan sebagai data akurat dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK.

Dalam rangka mewujudkan kegiatan tersebut, TP-PKK menggandeng Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Kabupaten MTB guna melaksanakan serangkaian acara dalam Jambore Kader PKK tahun 2015 semenjak tanggal 17 hingga 18 April yang bertempat di Gedung Kesenian Saumlaki.

Sebagaimana data yang diperoleh Dhara pos menyebutkan, jika secara umum, kegiatan jambore kader PKK tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan kader dalam gerakan PKK, memberikan penghargaan bagi para kader atas prestasinya terhadap gerakan PKK dalam lomba yang diikuti, meningkatkan motivasi dan kinerja kader dalam menunjang terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera, memberikan kesempatan kepada kader untuk berbagi pengalaman, serta meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bagi kader di seluruh wilayah Kabupaten MTB, yakni yang berada pada 10 kecamatan yakni dari kecamatan yakni Tanimbar Selatan, Wertamrian, Selaru, Wermaktian, Kormomolin, Nirunmas, Tanimbar Utara, Yaru, Wuarlabobar dan kecamatan Molu-maru.

Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain Pameran PKK, dimana dalam pameran tersebut ditampilkan semua produk khas yang berasal dari masing-masing kecamatan.

Selain itu ada pula ada lomba pidato, lomba peragaan seragam kerja PKK dan penyuluhan serta lombah penyuluhan dengan tema: pola asuh anak dan remaja dalam keluarga serta akselerasi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Kegiatan yang dilaksanakan dengan mengusung tema: Integrasi lomba inovasi pangan lokal dan jambore kader PKK tingkat Kabupaten MTB tersebut disertai pula dengan diskusi panel dengan menghadirkan para nara sumber beserta topic materi yang di bawakan seperti  Kepala Seksi Kejaksaan Negeri Saumlaki, Wahyu Saputro, SH dengan materi seputar Perempuan dan KDRT, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten MTB, dr. Juliana Ch. Ratuanak dengan materi: Perempuan, Pangan dan Gizi Keluarga serta pimpinan BNI Cabang Saumlaki yang membawakan materi seputar Perempuan dan Ekonomi Keluarga.

Diskusi panel yang disiarkan langsung oleh Radio Urayana Cordis tersebut turut menghadirkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa MTB, Yongki Souisa yang membawakan materi seputar alokasi dana desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Kadiskes MTB, dr. Juliana Ch. Ratuanak dalam paparan materinya mengatakan untuk melahirkan generasi yang pintar dan cerdas, membutuhkan seorang wanita dengan gen yang cerdas dan menjadi penyumbang 40 persen bagi anak untuk memperoleh gizi, pengetahuan dan kasih sayangnya.
Sementara 60 persen berasal dari luar tubuh wanita yakni bagaimana dia mendidik anak untuk beradaptasi dengan lingkungan dengan menerapkan pola asa,asih dan asuh.

Hal tersebut merupakan pemahaman yang perlu menjadi perhatian bagi para ibu untuk memperisapkan generasi yang sehat dan cerdas.

“Usia anak di dalam kandungan sejak pembuahan dan sepanjang masa pertumbuhan, dia punya masa yang namanya golden period/ atau masa emas karena saat itu merupakan masa dimana sel-sel otaknya tumbuh yang didukung dengan asupan gizi dari dalam,” paparnya.

Pemberian gizi yang baik dan seimbang merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh para ibu seperti zat tenaga, zat untuk pertumbuhan badan dan otak anak, zat lemak sebagai pembangkit tenaga, zat hijau daun sebagai penghasil vitamin dan mineral.

Pemberian gizi yang sempurna yakni 4 sehat dan 5 sempurna bagi anak dipastikan dapat mempengaruhi pertumbuhan anak menuju anak yang cerdas dan sehat.

Perempuan Tanimbar yang pernah mendapat penghargaan sebagai sumber inspirasi dan motor penggerak atau Pelita Nusantara dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada  Maret tahun lalu itu mengajak para kader PKK dari 10 kecamatan tersebut untuk lebih giat bekerja mengolah sumber daya alam yang ada untuk kesehatan anak dan keluarga dan bukan justru bermalas-malasan menanti campur tangan orang lain.

Sementara itu, Kasie Intel pada Kejaksaan Negeri Saumlaki, Wahyu Saputro, SH dalam materinya lebih banyak menjelaskan soal faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan keluarga hingga mengakibatkan terjadinya KDRT.

Kepada para kader PKK, Saputro mengajak mereka untuk menciptakan kondisi rumah tangga yang harmonis dan menghindari diri dari adanya KDRT yang pada gilirannya merusak tatanan keluarga yang telah dibina bertahun-tahun lamanya.

Dia juga menjelaskan tentang jaminan hukum bagi korban KDRT disertai ancaman hukuman bagi pelaku KDRT sehingga diharapkan dapat meminimalisir tingginya angka KDRT di MTB.

Selain itu, pimpinan BNI Cabang Saumlaki yang membawakan materi seputar perempuan dan ekonomi keluarga serta Kepala BPMD, Yongki Souisa yang membawakan materi seputar alokasi dana desa untuk kesejahteraan masyarakat , berjalan lancar dengan mendapat perhatian dari para peserta.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Maluku Tenggara Barat, Drs. Bitsael S. Temmar. [Dharapos]

Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan