Said Assagaff Minta Australia Buka Rute Penerbangan Darwin – Saumlaki

AMBON – Gubernur Maluku, Said Assagaff minta Kedubes Australia untuk Indonesia, mendorong program pemerintah provinsi (Pemprov) setempat membuka rute penerbangan Internasional Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) – Darwin, Australia Utara dalam rangka mengeliatkan sektor pariwisata dan ekonomi.

Kabag Humas Pemprov Maluku, Andrew Adrians, di Ambon, Kamis, mengatakan, Gubernur Said menyampaikan permintaan tersebut saat menerima kunjungan Atase Pertahanan Kedubes Australia untuk Indonesia, Brigadir Jhon Loughlin di Ambon pada 11 Maret 2015.

Gubernur Said minta Brigadir Jhon menyampaikannya kepada Dubes Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, agar diteruskan kepada pemerintah Australia sehingga program Pemprov Maluku itu terealisasi dalam waktu dekat.

Pertimbangannya, Kementerian Perhubungan telah menyetujui pembukaan rute Internasional tersebut karena secara geografis letak Saumlaki – Darwin relatif dekat dengan waktu tempuh penerbangan 45 menit.

“Gubernur juga telah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia untuk menerbangi rute Internasional tersebut dan sedang dikaji maskapai penerbangan tersebut,” ujar Andrew.

Brigadir Jhon menyatakan kesediaan menyampaikan permintaan Gubernur Maluku kepada Dubes Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty.

Apalagi, Kementerian Perhubungan telah membangun Bandara baru di desa Lorulan dan Tumbur, kecamatan Wertamrian dengan panjang landasan pacu 1.641 x 31 meter dan sejumlah kesiapan sisi udara seperti: taxi way 145 x 15 meter dan apron 40×60 meter.

Bandara Saumlaki dinamai Mathilda Batlayeri dioperasikan pada 9 Mei 2014. Bandara tersebut bisa didarati pesawat jenis ATR-72.

Bandara tersebut dinamai Mathilda Batlayeri karena perempuan asal Tanimbar (MTB) itu gugur dalam pertempuran melawan para pemberontak mempertahankan Markas Kepolisian Kurau, Kalimantan Selatan pada 28 September 1953.

Said yang dilantik menjadi Gubernur Maluku dan Wagubnya, Zeth Sahuburua pada 10 Maret 2014 itu memandang perlu melakukan perubahan pembangunan dengan salah satunya adalah membuka rute penerbangan Saumlaki – Ambon.

Program ini bakal menyerap wisman yang pada akhirnya membuka peluang peningkatan devisa guna membangun MTB.

Bila rute penerbangan Saumlaki – Darwin beroperasi, maka perlu memperluas jangkauannya ke Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara dengan pesona wisata menarik maupun potensi sumber daya alam (SDA) bernilai ekonomis.

Begitu pun ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang secara geografis dekat dengan Timor Leste.

Sebelumnya, Bupati MTB, Bitzael Silvester Temmar mengakui telah merintis pembukaan penebangan Saumlaki – Darwin sejak 2009.

Dia merujuk mendukung Kementerian Perhubungan membangun bandara baru, kantor Imigrasi dan Bea Cukai di Saumlaki.

“Kami menyiapkan fasilitas kantor untuk dua institusi itu sebagai bagian dari persyaratan membuka rute penerbangan Internasional,” katanya. [Antara]

Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan