Petinju Korsel Batal ke Tinju Gubernur Maluku

AMBON – Para petinju Korea Selatan (Korsel) batal berlaga di kejuaraan Tinju Terbuka Gubernur Maluku II yang akan diselenggarakan di Ambon pada 28 Maret hingga April 2016 karena waktu penyelenggaraan bersamaan dengan salah satu ajang nasional di negara tersebut.

“Tim Korsel telah menyampaikan surat pembatalan secara resmi,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Tinju Terbuka Gubernur Maluku II, Pieter Saimima saat dikonfirmasi, Sabtu.

Padahal, sebelumnya tim Korsel mendaftarkan 13 petinju terdiri dari 10 putra dan tiga putri.

Awalnya Korsel mendaftarkan tujuh putra dan dua putri. Namun, ditambahkan tiga putra dan satu putri,” ujarnya.

Dengan demikian, Korsel untuk kedua kalinya batal menyertakan petinjunya di kejuaraan Gubernur Maluku, menyusul penyelenggaraan I di Ambon pada 2015.

Pieter yang juga Kadis Perhubungan Pemkot Ambon itu mengakui, petinju negara lainnya yang diundang diantaranya Malaysia, China Taiwan, Singapura dan Thailand.

“Kami saat kejuaraan di China Taipei pada Agustus 2015 juga mengirimkan petinju ke sana sehingga diharapkan mereka pun mendaftarkan atletnya di piala Gubernur Maluku,” kata Pieter.

Dia mengemukakan, petinju yang telah mendaftar untuk mengikuti kejuaraan piala Gubernur Maluku yakni 251 petinju yang terdiri dari 201 putra dan 50 putri. Ratusan petinju tersebut berasal dari 50 tim.

Tim yang sudah memastikan diri mengirimkan petinjunya terdiri dari delapan Pengprov Pertina, 18 Pengkab/ Pengkot dan 24 tim sasana.

“Strategisnya Kejuaraan Tinju Piala Gubernur Maluku II, bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari evaluasi prestasi petinju menjelang PON XIX yang penyelenggaraannya dijadwalkan di Jawa Barat pada 17-29 September 2016,” tandas Pieter.

Sebelumnya, Ketua Pengprov Pertina Maluku, Sam Latuconsina mengemukakan, kejuaraan ini merupakan realisasi dari program Pengprov Pertina Maluku periode 20014 – 2018 yang diputuskan melalui Mukerda di Ambon pada 23 Juni 2014.

“Kejuaraan harus diintensifkan untuk mengevaluasi program latihan yang diterapkan para pelatih, mengukur prestasi petinju dan menggairahkan cabang olahraga tinju di Maluku sehingga bisa menelorkan atlet berprestasi, baik di tingkat nasional, regional maupun Internasional,” tegasnya. (ant)

Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan