Penyaluran Beasiswa PT Inpex Disalahgunakan Universitas Pattimura

AMBON – Penyaluran beasiswa dari manajemen PT INPEX Coorporation bagi lebih kurang 160 mahasiswa asal Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, diduga telah dikomersilkan dan disalahgunakan pihak Universitas Pattimura.

Dari data yang diperoleh media ini, pihak PT INPEX telah mengalokasikan beasiswa kepada lebih kurang 160 mahasiswa asal MBD dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) selama kurun waktu 2013-2015.

Namun, dalam realisasinya, jumlah mahasiswa MBD yang berhak menerima beasiswa tak sebanding dengan yang diharapkan.

Boleh dikatakan hanya 5 persen dari total 160 mahasiswa yang berhak menerima beasiswa PT. INPEX.

Bahkan, pihak Unpatti diduga telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Kabupaten lain di Maluku sehingga terindikasi pengucurannya tidak tepat sasaran atau salah sasaran.

“Benar, Masela itu berada di Provinsi Maluku, tetapi wilayah pengelolaan dan gas alam cairnya ada di MBD. Kok lucu mahasiswa MBD tidak dapat beasiswanya, tapi mahasiswa asal kabupaten lain yang dapat karena ada nama-nama mereka di daftar. Ada yang tidak beres dalam penyaluran beasiswa PT INPEX,” tuding beberapa mahasiswa MBD kepada media ini di Ambon, Minggu (19/4).

Menurut mereka, awalnya mereka di data untuk menerima beasiswa PT INPEX. Namun, belakangan baru diketahui jika mahasiswa-mahasiswa yang tidak terkait dengan pengelolaan Blok Masela juga menjadi penerima beasiswa tersebut.

“Boleh dibilang kekayaan alam MBD dirampok, tapi hasilnya diberikan kepada mahasiswa lain. Ini kan diskriminasi dan pembohongan publik kepada masyarakat MBD,” ketus mereka.

Ketua Gerakan Mahasiswa MBD Nus Kolyes Termas mengaku kaget dengan sodoran informasi yang diberikan kepadanya.

“Kabarnya jumlah penerima beasiswanya tidak sebanyak itu,” ringkasnya. [Dharapos]

Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan