Pemprov Serahkan 12 Mantan Pengikut Gafatar

AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku menyerahkan 12 orang mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

12 orang mantan pengikut gafatar atau lima Kepala Keluarga (KK) yang merupakan warga kota Ambon diserahkan Staf Ahli Gubernur bidang Hukum dan Ham, Bakri Lumbessy kepada Pemkot Ambon yang diwakili Asisten II Pemkot Ambon, Novel Masuku , Rabu.

Kepala Dinas Sosial kota Ambon, Wa ode muna menyatakan, mantan pengikut Gafatar tiba di Ambon Senin(1/2) petang telah diberikan pembinaan rohani oleh MUI maupun Kantor Kementerian Agama Wilayah Maluku.

“Setelah diberikan pembinaan rohani oleh MUI dan Kantor Kementerian Agama Wilayah Maluku, para mantan pengikut Gafatar dikembalikan kepada keluarga untuk kembali beraktifitas di masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga telah memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada lima KK atau 12 orang yang terdiri dari orang tua dan anak-anak.

“Bantuan kebutuhan pokok diberikan selama tiga hari sesuai peraturan yang ditetapkan pemerintah, sedangkan untuk program pemberdayaan belum karena masih dalam proses adaptasi,” katanya.

Ia menyatakan, penanganan eks Gafatar akan melibatkan pihak terkait dalam upaya mengembalikan warga kepada kehidupan normal, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun keagamaan.

“Kami telah berkoodinasi untuk melakukan pembinaan terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke masyarakat. Dari 18 eks Gafatar yang dipulangkan enam diantaranya merupakan warga kabupaten SBB, SBT dan Maluku Tengah, sedangkan 12 lainnya merupakan warga kota Ambon,” ujarnya.

Wa ode Muna menambahkan,Sebanyak 18 eks pengikut Gafatar itu tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon dengan pesawat Lion Air JT 786.

Mereka selanjutnya ditampung di Balai Diklat Kantor Kementerian Agama Wilayah Maluku di desa Waiheru, kecamatan Teluk Ambon.

Eks pengikut Gafatar itu teridentifikasi yakni Arafik Lessy (30), Hamdan Tanassy (24), M. Asri Divinubun (25), Amelia Talakua (21),Pattimura Arya (1), Syahruddin Tarab (23), Ardila Puji Astuti (23), Hajar Angkotasan (24) merupakan warga Batu merah.

Selain itu Erwin Banea (36), Fausia Banea (31), Inkana Dewanti (14) dan Abdi Josua banga (8) warga Waiheru kecamatan Teluk Ambon (Antara)

Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan