Pemprov Maluku Dukung Pengembangan Pendidikan di Tanimbar

Gubernur Maluku, Said Assaggaf dan Bupati Petrus Fatlolon saat memberikan bantuan kapal ke SMK N 1 Tansel

SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Gubernur Maluku, Said Assaggaf menyatakan menyatakan perhatian guna pengembangan bidang pendidikan dari Pemerintah Provinsi Maluku dengan memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah di Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

“Bidang pendidiikan di MTB di tahun ini dan tahun 2018 mendapat dana alokasi khusus, dengan bantuan dana sekitar 5 miliar rupiah untuk sekolah-sekolah sma dansmk yang ada di kabupaten ini,” ujar Gubernur Assagaf saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pengawas, Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah SMA/SMK di Kabupaten MTB di Gedung Natar Kaumpu pada Selasa (12/12).

Dikatakan bantuan ke sekolah di MTB, termasuk juga 1 buah kapal latih kepada SMK Negeri 1 Tanimbar Selatan yang diambil dari DAK Penugasan SMK tahun 2017.

“Semoga dengan bantuan ini kitong dapat melakukan perluasan pendidikan dari MTB ini,” harap dia.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Maluku akan pastikan pemenuhan pelayanan pendidikan kepada para siswa secara menyeluruh tanpa ada batasan.

“Agar kita turut memastikan bahwa seluruh anak-anak usia sekolah SMA dan SMK di negeri ini tetap dapat mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu.

Contohnya tidak ada anak yang putus sekolah, setelah tamat dari jenjang pendidikan SMP, karena terbatasnya ruang belajar atau para peserta didik di MTB tidak bisa berkompetisi dengan daerah lain, karena tidak punya perpustakaan, laboratorium dan ruang praktek yang berstandar,” papar dia.

Ditegaskan bahwa perubahan cara pandang terhadap pendidikan di Maluku harus dimulai dengan hal-hal yang sederhana. Sehingga ia mengharapkan semua elemen pendidikan di MTB dapat mendukung perubahan paradigma dari hal-hal yang negatif ke yang positif.

“Saya mau bilang, mari katong rubah karakter katong, yang masih ada kejelekannya selama ini. Nah karakter-karakter itu antara lain pola piker, akhlat katong semua, dari hal-hal yang tidak terpuji, diantara lain dari budaya bakalai ke budaya baku baik, dari budaya baku marah ke budaya baku sayang, dari budaya kalamburan ke budaya kalesan, dari budaya makan puji ke budaya dan tinggi diri ke budaya rendah hati dan seterusnya,” pesan Assagaf. (Albert Batlayeri)

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan