Pemkot Ambon Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrim

AMBON – Pemerintah Kota Ambon, Maluku, mengimbau warga setempat untuk siaga mengantisipasi cuaca ekstrim yang terjadi beberapa pekan ke depan.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di Ambon, Sabtu, menyatakan menyikapi cuaca ekstrem di Pulau Ambon serta dampak yang ditimbulkan maka warga diminta untuk siaga menghadapi bencana.

“Memasuki musim hujan warga yang bermukim di lereng bukit atau yang rawan banjir diminta waspada mengantisipasi tingginya curah hujan yang akan terjadi beberapa waktu mendatang, serta menghindar dari titik lokasi rawan bencana ke tempat yang aman,” katanya.

Menurut dia, hujan dengan intensitas tinggi berdampak pada terjadinya tanah longsor dan banjir.

“Jadi sebelum tanah longsor menimpa, masyarakat harus waspada dan jangan lengah terhadap ancaman bencana alam tersebut mengingat intensitas hujan pada beberapa bulan ke depan tinggi dan dalam tenggat waktu lama,” katanya.

Richard mengatakan, warga diminta untuk memperhatikan selokan dan jalur air, serta tidak membuang sampah ke sungai dan lereng gunung.

“Curah hujan di Kota Ambon pada Juli dan Agustus cukup tinggi, pengalaman bencana banjir dan longsor tahun 2012 dan 2013 terjadi di bulan ini karena itu kita telah mengantisipasi jauh sebelumnya tentang kemungkinan bancana yang dapat terjadi,” ujarnya.

Diakuinya, tingkat kesadaran masyarakat juga semakin membaik karena 90 selokan tidak terdapat sampah, sehingga membantu mengurangi terjadinya banjir.

Kurang lebih hanya lima hingga enam persen selokan yang tersumbat karena sampah plastik tetapi 92 persen baik, hal itu bantu mengurangi beban bencana.

“Akibat volume hujan yang tinggi sejak kemarin, maka air meluber masuk ke rumah warga di beberap titik seperti Batu Merah, Batu Meja, Galala dan sejumlah kawasan lainnya tetapi tidak lama, sedangkan lokasi tertimbun tanah longsor di Kepala Air Batu Merah dan talud yang patah di kawasan Soya,” katanya.

Pihaknya kata Richard juga telah menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa makanan siap saji, terpal dan karung untuk mengamankan longsor, gerobak dan alkon.

Langah yang ditempuh juga berupa pembuatan release melaui media, selain itu Kantor Pengelolaan Data Elektronik (KPDE) kota Ambon juga akan mengirimkan pesan singkat kepada masyarakat.

“Kami juga bekerjasama BMKG untuk memantau setiap jam laporan cuaca yang patut diantisipasi warga dan dikirimkan BPBD secara berkala,” tandasnya. (antara)

Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan