Pemerintah Peduli Kesehatan Masyarakat MTB Melalui KB Gratis

Kepala Dinas P3APPKB Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Selpie L. Hukubun, S.Sos

SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Selpie L. Hukubun, S.Sos mengatakan pemerintah daerah sangat peduli terhadap kesejahteraan masyarakat MTB, Provinsi Maluku.

Ia katakan salah satu bentuk perhatian adalah pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis untuk menolong masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (13/12) besok, di Kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara dengan menggandeng Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Puskesmas Larat.

“Tujuan dari pelayanan KB gratis ini adalah kesejahteraan masyarakat. Hal itu dapat tercapai dengan cara memberikan jarak kelahiran bayi bahkan membatasi jumlah anak. Maka orang tua akan lebih fokus memperhatikan anaknya, kebutuhan anak semuanya akan terpenuhi, jika jumlahnya lebih sedikit dan jaraknya jauh.” kata Selpie kepada Lelemuku.com, di ruang kerjanya pada senin (11/12).

Dalam kegiatan ini pihaknya akan menyediakan 100 set implant sesuai dengan permintaan. Karena jenis alat kontrasepsi yang paling banyak diminati ibu-ibu adalah implant, dengan alasan dapat digunakan untuk jangka panjang, yaitu selama 3 tahun.

“Sekarang yang diminati adalah KB implant, apalagi orang desa yang bekerja di kebun itu dia bilang lebih baik dengan yang seperti ini, lebih lama. Walaupun implant ini biayanya lebih mahal dari pada yang lain, misalnya pil atau suntik. Kami hanya menyediakan alatnya saja, untuk jasa pemasangan karena harus dipasang oleh orang yang ahlinya, jadi harus dikerjakan oleh bidan,” tambahnya.

Selpie menjelaskan, hal ini juga menjawab keluhan ibu-ibu terkait dengan dampak penggunaan dari alat kontrasepsi.

“Biasanya karena hormon setelah pemakaian si-ibu ini mengalami kegemukan atau lebih kurus, flek hitam di muka bahkan juga ada di kaki dan tangan. Tapi ini sama saja dengan orang jualan produk yang lain, semua produk itu baik tapi belum tentu baik untuk seseorang, sehingga kita harus mencari formula yang tepat untuk digunakan,” ujar dia.

Selanjutnya ia mengibaratkan hal yang sama seperti memilih shampo atau sabun dengan merek tertentu, yang dipakai sesuai dengan peruntukkan dan kesesuaiannya.

“Mungkin ada shampo atau sabun yang baik untuk anda tapi belum tentu baik untuk saya. Nah, sama halnya juga dengan KB, jadi untuk alat kontrasepsi tidak harus seseorang itu dia gunakan satu alat kontrasepsi untuk dia semasa usia subur, tapi bisa digunakan berkombinasi, contohnya kali ini dengan pil dua kali selama dua bulan, kemudian bisa diselingi dengan yang lain,” tutup dia.

Dia mengakui yang menjadi tantangan terbesar dinas P3APPKB dalam menjalankan pelayanan KB ini adalah pemikiran di masyarakat yang masih kurang mengerti dengan tujuan program ini. (Laura Sobuber)

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan