Muhammad Armyn Syarif Latuconsina Akui Pentingnya Dukungan DPRD dan Parpol

KALWEDO,AMBON – Calon Wakil Wali Kota Ambon Muhammad Armyn Syarif “Sam” Latuconsina mengatakan dukungan DPRD maupun partai politik (Parpol) untuk calon kepala daerah sangat penting, karena pemerintah terdiri dari eksekutif dan legislatif.
“Dukungan dari DPRD sangat penting, karena lembaga eksekutif ini yang menentukan arah dan kebijakan pembangunan lima tahun ke depan. Saya dan pak Paulus Kastanya calon Wali Kota Ambon mendapat dukungan 25 kursi di DPRD Kota Ambon yang berasal dari 9 partai politik,” kata Sam pada kampanye tatap muka dengan warga masyarakat Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe, Senin (16/1) malam.
Menurut dia, lima program pro rakyat yang disampaikan oleh “PANTAS”, sebutan untuk pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armyn Syarif “Sam” Latuconsina, bukan janji politik tetapi untuk kesejahteraan masyarakat di kota ini.
“Saya bagian dari proses pembenahan kota Ambon, lima tahun yang lalu, dan bagi saya benahi Ambon sudah selesai, sekarang sudah saatnya biking labe (berbuat lebih) untuk masyarakat di kota ini,” tandas Sam.
Dia menegaskan, komitmen moral pasangan “PANTAS” pada saat proses untuk maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota bahwa jabatan tidak dipakai untuk memperkaya diri dan keluarga.
“Jabatan tersebut hanya menjadi fasilitator anggaran APBD Kota Ambon, yang jumlahnya Rp1,2 triliun,” kata Sam.
“Pak Polly mempunyai keahlian di bidang keuangan. Saya bersyukur saat itu bisa memutuskan untuk maju lagi sebagai calon Wakil Wali Kota dan Tuhan mempertemukan saya dengan pak Paulus Kastanya. Ini pilihan yang benar, karena kalau pilih yang salah tidak mungkin ada 9 partai politik dan 25 kursi di DPRD mendukung kita berdua,” katanya.
Ia menambahkan, hanya karena kuasa Tuhan dan niat baik serta dukungan warga Kota Ambon yang membuat dirinya bersama Paulus Kastanya maju sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2017-2022.
“PANTAS” sudah berikrar bahwa jika terpilih untuk memimpin Kota Ambon akan fokus kerja untuk kesejahteraan rakyat. Semua anggaran (APBD) dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat melalui program-program pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.
“Saya mau berdoa, semoga diamini, Ya Allah dan Tuhanku, kalaulah pak Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina berkeinginan untuk menjadi pemimpin yang menzalimi rakyatnya, yang hanya mau memperkaya diri dan keluarga, saya minta Tuhan jauhkan kemenangan itu dari kita berdua. Jangan jadikan kita Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” katanya.
“Tetapi kalau niat kita benar mau menjadi pemimpin yang amanah dan bisa berbuat lebih untuk rakyat di kota ini, Ya Tuhan dan Allahku dekatkan kemenangan kepada kita berdua, untuk rakyat dan kemajuan kota ini. Saya mohon, tolong diaminkan dan didoakan, mudah-mudahan kita berdua tidak pernah berubah niat, karena jabatan hanya untuk melayani warga masyarakat di kota ini,” katanya lagi.
Sementara itu, Paulus Kastanya mengimbau kepada masyarakat kota Ambon, khusus warga Benteng Atas, tidak perlu percaya dengan isu-isu bahwa jika terpilih menjadi Wali Kota, Sam sebagai Wakil Wali Kota, akan mengendalikan dirinya.
“Saya tegaskan, itu isu tidak benar dan menyesatkan, tidak mungkin akan terjadi. Kita berdua sama-sama birokrasi dan bekerja sesuai aturan, tidak mungkin bekerja sembarangan,” katanya.
“Saya bukan orang bodoh. Saya selama di pemerintahan Provinsi Maluku mempunyai jabatan penting yakni Kepala Biro Keuangan dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku. Gubernur memilih stafnya memiliki kwalitas yang baik, tidak mungkin memilih orang yang bodoh,” tandasnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lucky Wattimury yang juga Tim Sukses “PANTAS” mengatakan kampanye merupakan bagian dari pendidikan politik bagi rakyat yang sudah diamanatkan dalam Undang-Undang.
Menurut dia, rakyat perlu diberikan pendidikan politik yang baik, supaya cerdas memilih pemimpin yang bisa mengayomi dan mensejahterakan rakyat di kota ini untuk lima tahun mendatang.
“Kampanye bukan datang untuk bicara mengelabui dan menghipnotis orang supaya mendengar apa yang disampaikan. Kampanye merupakan sarana untuk mengetahui rekam jejak dan niat baik calon pemimpin, itu yang penting,” katanya. (antara)
Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan