Doni Monardo Apresiasi Partisipasi Aktif Warga Maluku

Doni Monardo Apresiasi Partisipasi Aktif Warga Maluku
AMBON, KALWEDO – Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo berterima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh komponen masyarakat di Maluku yang telah banyak membantu pihaknya dalam melakukan tugas-tugas program pembinaan teritorial.
“Kami atas nama keluarga besar Kodam Pattimura menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh komponen masyarakat Maluku yang telah begitu banyak membantu,” kata Pangdam Doni pada acara Syukuran HUT Ke-18 Kodam XVI/Pattimura dan Perayaan 200 Tahun Pahlawan Nasional Pattimura Thomas Matulessy, di Ambon, Senin, (15/5) malam.
Acara syukuran dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff dan Ibu, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dan Ibu, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan undangan lainnya.
Pangdam dalam kesempatan itu menuturkan, pada awal bertugas di Kodam XVI/Pattimura, dirinya meminta izin ketemu dengan Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) dan para akademisi untuk membahas masalah “Emas Biru dan Emas Hijau”.
“Alhamdulilah program ini telah berjalan dengan baik sekali dan mendapat respon dari berbagai pihak, tidak hanya dari kalangan dalam negeri, tetapi bahkan 18 Atase Pertahanan Negara-Negara Sahabat yang sempat berkunjung ke Kodam XVI/ Pattimura, beberapa Minggu yang lalu, memberikan apresiasi terhadap program ini,” katanya.
Atase Pertahanan asing yang hadir saat itu antara lain Belanda, Polandia, Swedia, Jerman. Jepang, China, Korea Selatan, beberapa negara Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.
“Bahkan Pimpinan Delegasi dari Thailand GPCAPT Prapas Sornchaidee mengatakan negaranya akan mengadopsi program ini karena memiliki kemiripan wilayah dan masalah yang terjadi di Indonesia, terutama di Thailand Selatan, Provinsi Pathane,” ujar Pangdam Doni.
Menurut Pangdam, selain Emas Biru dan Emas Hijau, ada istilah yang dilahirkan oleh sesepuh daerah ini, tokoh agama Prof Dr Pendeta Jhon Ruhulessin, yakni Emas Putih.
Emas putih adalah rukun, aman dan sejahtera. Jadi kalau Albert Einstein menemukan teori relativitas E=mc kuadrat, E=energi, m=massa, dan c=kecepatan cahaya, masa x dua kali kecepatan cahaya, Kodam XVI/Pattimura menemukan teori relatifitas versinya sendiri yakni Emas Biru + Emas Hijau = Emas Putih.
“Emas putih ini adalah sebuah hasil akhir dari program Emas Hijau untuk pemberdayaan di bidang pertanian, kehutanan, perkebunan dan peternakan, dan program Emas Biru untuk program budidaya kelautan dan perikanan, yakni budidaya ikan, lobster, teripang, rumput laut dan lainnya,” ungkapnya.
Karena itu, lanjut Pangdam Doni, ketika dua program Emas Biru dan Emas Hijau dikombinasikan, akan lahirlah yang namanya Emas Putih.
“Emas Putih ini adalah tujuan kita berbangsa dan bernegara dan tidak lepas dari visi dan misi Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur Maluku. yakni masyarakat Maluku yang rukun, aman dan sejahtera. Alhamdulilah, setelah dua tahun program ini digulirkan, terhitung mulai pada 21 Agustus 2015, sudah dapat melihat hasilnya,” katanya.
Mengapa program ini menjadi program prioritas Kodam XVI/Pattimura?, karena dalam keadaan damai tentara energinya perlu dimanfaatkan untuk membantu pemerintah, terutama membantu pemerintah daerah.
“Kita tahu semua wilayah Maluku masih mengalaim sejumlah residu konflik masa lalu. Karena itu, pendekatan-pendekatan yang kita lakukan, tidak boleh lagi menggunakan pendekatan militeristik,” tegasnya.
Apalagi, diketahui bahwa ada istilah smart power versi Nato dan AS, yaitu pendekatan soft power, didukung oleh hard power, tetapi mungkin saja teori ini sulit dilakukan di Indonesia, karena bangsa kita bukanlah bangsa yang punya tugas mengokupasi daerah lain. Sehingga, walaupun menggunakan istilah smart power tetapi penjabarannya berbeda.
“Smart power versi Kodam XVI/Pattimura adalah menjaga keseimbangan antara pendekatan kesejahteraan dengan pendekatan keamanan. Ketika kedua poin ini kita lakukan, kita akan bisa menemukan sebuah harapan bagi tercapainya tujuan dari hidup kita berbangsa dan bernegara, yakini aman dan sejahtera,” ujar Pangdam Doni.
Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Kodam XVI/Pattimura, yang pada usianya yang sangat muda telah banyak membantu pemerintah daerah dalam tugas-tugas teritorial, di daerah ini.
“Kodam Pattimura yang baru berusia 18 tahun, usia yang sangat remaja, kendati demikian apa yang disumbangkan di usia muda telah banyak membantu pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Maluku dan Maluku Utara. Saya atas nama pemerintah daerah, menyampaikan rasa terima kasih, rasa bangga yang begitu besar kepada TNI,” katanya.
Menurut Gubernur Said, Kodam XVI/Pattimura telah mengawal visi dan misi pemerintah daerah Provinsi Maluku dan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, membangun Maluku yang aman, rukun, religius, berkualitas, dan Maluku yang berdemokrasi, dikawal dengan sangat baik oleh Kodam XVI/Pattimura.
“Sekali lagi, saya menyampaikan rasa terima kasih, diusia yang begitu remaja, 18 tahun rakyat sudah memperoleh banyak sekali masukan, baik itu input maupun output. Inputnya yakni bahwa program Emas Biru dan Emas Hijau, akan kita perlihatkan di waktu-waktu yang akan datang, bagi kepentingan pendapatan rakyat di daerah ini,” ujarnya.
Gubernur juga menyatakan dirinya sudah berdiskusi dengan Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Huwae dan beberapa anggota DPRD dan dalam waktu dekat meminta dukungan dari akademsi Unpatti untuk membuat Perda Emas Biru dan Emas Hijau.
“Saya berkeinginan membentuk sebuah Perda untuk kita bisa mengawal program Emas Biru dan Emas Hijau, karena potensi kita begitu besar, dan ini sudah diprakarsai oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo,” katanya. (antara)
Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan