Disperindag Maluku Utara Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten

TERNATE – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara menggelar pasar murah di enam kabupaten untuk membantu masyarakat tidak mampu mendapatkan kebutuhan pokok sekaligus menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar setempat.
Kepala Disperindag Maluku Utara (Malut) Asrul Gailea di Ternate, Jumat, mengatakan pihaknya pada Ramadhan tahun ini hanya menggelar pasar murah di enam dari sepuluh kabupaten/kota yang ada, karena keterbatasan anggaran.
Disperindag Malut telah meminta Disperindag di empat kabupaten/kota yang tidak terjangkau operasi pasar tersebut yakni Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Taliabu dan Kabupaten Kepulauan Sula untuk menggelar pula pasar murah agar masyarakat kurang mampu setempat ikut menikmati harga kebutuhan pokok yang terjangkau.
Menurut Asrul Gailea, pasar murah di enam kabupaten tersebut digelar mulai 16 Juni hingga akhir Ramadhan dengna jenis kebutuhan pokok yang dijual di antaranya beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, susu kaleng dan bawang merah.
Dalam pasar murah tersebut harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah sekitar 75 persen dari harga di pasaran setempat dan untuk menghindari adanya oknum pedagang yang membeli kebutuhan pokok di pasar murah itu untuk dijual kembali dengan harga lebih mahal, Disperindag menerapkan pembatasan jumlah kebutuhan pokok yang bisa dibeli.
Menyinggung harga daging sapi di sejumlah kabupaten/kota di Malut, seperti Kota Ternate yang menunjukan kenaikan padahal lebaran masih lama, ia mengatakan penyebabnya bukan kekurangan stok daging sapi.
Harga daging sapi yang semula Rp100.000 sampai Rp110.000 per kg kini naik menjadi Rp120.000 per kg, penyebabnya para pedagang sapi membeli sapi potong dari masyarakat dengan harga lebih mahal menyusul banyaknya pengusaha dari luar Malut yang datang membeli sapi potong di daerah ini.
“Untuk mengendalikan harga daging sapi di Malut, kami telah meminta Dinas Pertanian Malut untuk sementara tidak mengizinkan pengiriman sapi potong ke luar Malut agar harga sapi potong di masyarakat tidak melonjak. Kalau harga sapi potong di masyarakat kembali stabil maka pasti harga daging sapi di tingkat pedagang akan murah,” katanya. (antara)
Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan