Dinas Pertanian dan Kehutanan Ternate Manfaatkan Lahan Pekarangan

TERNATE – Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ternate, Maluku Utara, memanfaatkan lahan pekarangan masyarakat untuk mengembangkan tanaman cabai sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi jenis bumbu masak di daerah ini.

“Lahan untuk pengembangan cabai di Ternate sangat terbatas. Akibatnya produksi cabai di daerah ini tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kadis Pertanian dan Kehutanan Kota Ternate, Abdillah Bin Syeh Abubakar, di Ternate, Kamis.

Untuk memenuhi kebutuhan cabai di Ternate terpaksa harus memasoknya Ternate, antara lain Halmahera dan sejumlah Provinsi di luar Maluku Utara seperti Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Bahkan tidak jarang pengadaannya dari Pulau Jawa, terutama saat perayaan hari raya besar keagamaan.

Ia mengatakan, melalui pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat diharapkan masalah keterbatasan lahan pengembangan cabai bisa teratasi.

Begitu pun, bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat karena mereka tidak perlu lagi harus membeli cabai di pasar.

Lahan yang pekarangan masyarakat yang dimanfaatkan untuk pengembangan cabai itu tidak hanya memanfaatkan tanah kosong, tetapi juga pot atau kantong plastik yang bisa ditempatkan di pinggir rumah maupun pagar, karena tanaman bumbu masak ini bisa berkembang dengan media tanam seperti itu.

Menurut dia, kalau setiap rumah masyarakat di Kota Ternate pekarangannya ditanami cabai, maka permintaan jenis bumbu masak itu di pasar akan berkurang sehingga dampaknya akan mengurangi ketergantungan daerah ini dari pasokan cabai dari luar Ternate.

Kalau permintaan cabai di pasaran berkurang, maka akan berpengaruh pula dengan harganya.

Artinya tidak akan terjadi lagi lonjakan harga cabai sampai Rp100.000/ Kg dari harga normal Rp30.000/Kg akibat tingginya permintaan karena stok di pasaran terbatas.

“Untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman cabai, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ternate memberikan bantuan bibit, pupuk dan pestisida. Bantuan seperti ini juga diberikan kepada petani yang mengembangkan cabai di lahan yang luas,” kata Abdillah. (Antara)

Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan