BPOM Maluku Fokus Awasi Pelayanan Kesehatan

AMBON – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku fokus mengawasi sarana pelayanan kesehatan guna mengawasi mutu obat-obatan.

“Kami pada 2016 fokus melakukan pengawasan sarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan gudang obat untuk melihat mutu obat maupun sarana penunjang,” kata Kepala BPOM Maluku, Sandra Lintin, di Ambon, Rabu.

Ia mengatakan, hasil pengawasan di sejumlah provinsi lain di Indonesia ditemukan obat di sarana kesehatan tidak memenuhi persayaratan sehingga hal tersebut ditindaklanjuti untuk dilakukan pemeriksaan di Ambon.

“Kita berupaya melakukan pengawasan agar sarana kesehatan memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari segi kebersihan, kenyamanan maupun mutu dan stok obat yag tersedia,” ujarnya.

Menurut Sandra, pihaknya juga akan melakukan sampling obat di Puskesmas dan gudang obat Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Maluku yang merupakan stok cadangan sebelum didistribusi ke instalasi farmasi maupun Puskesmas.

“Gudang obat di Dinkes Provinsi merupakan pusat stok obat sebelum didistribusi ke sejumlah farmasi maupun Puskesmas di kota Ambon dan Kabupaten lainnya di Maluku,” katanya.

Dijelaskannya, sampling obat sebelumnya juga telah dilakukan di gudang obat BKKBN untuk mengawasi stok obat KB.

Selain mengawasi sarana pelayanan kesehatan, pihaknya juga fokus untuk melakukan pengawasan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

BPOM Maluku telah mengamankan 14.680 kemasan kosmetik ilegal dan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat sepanjang 2015.

Hasil pengawasan yang dilakukan hingga 30 November 2015 menemukan 1.507 item kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya dan tanpa ijin edar (TIE), serta obat tradisional dengan nilai ekonomi mencapai Rp177, 1 juta.

Pengawasan dilakukan di sejumlah pasar tradisional di kota Ambon, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Namlea, Kabupaten Buru, Namrole, Kabupaten Buru Selatan, dan Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

“Penjualan dan peredaran kosmetik dan obat tradisional umumnya ditemukan di pasar, sedangkan untuk pusat pertokoan tidak ditemukan,” kata Sandra.

Dia mengemukakan, jenis kosmetik yang ditemukan antara lain krim pemutih wajah, krim anti jerawat, bedak, pewarna bibir, eye liner dan sabun beras.

“Kosmetik seperti ini kerap dijumpai di pasar tradisional. Apalagi, masyarakat mudah tergiur karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan produk lain memiliki izin pengedaran,” ujar Sandra. (Antara)

Untuk berita selengkapnya, silahkan membaca website kami

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan