556 Pria di Ternate Ikut Program KB Vasektomi

556 Pria di Ternate Ikut Program KB Vasektomi
556 Pria di Ternate Ikut Program KB Vasektomi

TERNATE, KALWEDO – Sebanyak 556 pria di Kota Ternate, Maluku Utara, mengikuti program Keluarga Berencana atau KB menggunakan vasektomi.  Kepala Kantor Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku Utara, Putut Riyatno, mengatakan semua peserta KB tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan. Tidak semua laki-laki bisa mengikuti KB vasektomi.

“Jika memenuhi persyaratan baru bisa ikut KB,” kata Putut di depan Rumah Sakit Tentara, Kecamatan Ternate Tengah, kepada Liputan6.com, di Ternate, beberapa waktu lalu.

Dia mengemukakan jumlah tersebut sudah terhitung sejak 2014. Hingga sekarang untuk wilayah Maluku Utara sudah mencapai kurang lebih 1.000 lelaki yang ikut KB.

Menurut Putut, pemasangan KB lelaki metodenya berbeda dengan kebiri.

“Jadi jangan disamakan. Karena kebiri itu bijinya diikat, tetapi vasektomi saluran spermanya saja (yang diikat). Jadi kecil sekali yang diikat ataupun dipotong. Juga tidak ada luka, lukanya hanya setengah senti saja,” ujarnya.

Putut mengemukakan metode KB untuk para lelaki yang sudah menikah ini tidak pakai jahitan maupun pisau. “Tekniknya hanya pakai tiga jari. Digosok dan dijepit, lalu ditusuk pakai gunting yang tajam, dan langsung terbuka lalu diangkat salurannya itu,” jelasnya.

Putut mengatakan fungsi kejantanan pria setelah mengikuti KB justru lebih top. “Sperma yang dikeluarkan itu tidak keluar dan masuk kembali ke dalam tubuh, sehingga menambah kekuatan dan stamina bapak-bapak,” katanya.

“Dan ini sudah ada pengakuan kelompok kita (pria KB vasektomi) di Sulamadaha, bapak-bapak yang pakai vasektomi lebih jos.”

Putu mengatakan bagi para pria yang ingin memakai KB vasektomi harus memenuhi beberapa persyaratan. Untuk KB vasektomi, tidak semua lelaki yang ingin bisa dilayani. Jadi betul-betul secara fisik harus sehat

“Kita tetap harus periksa kesehatan. Karena yang di-vasektomi ini harus betul-betul sehat. Dia tidak boleh ada indikasi penyakit gula, tidak ada indikasi hipertensi, tidak ada penyakit jantung, dan tidak ada indikasi penyakit kelainan pembuluh darah, serta tidak ada indikasi penyakit hernia,” katanya.

Setelah syarat itu dipenuhi kemudian syarat mental. Ini berkaitan dengan keyakinan dan kemantapan peserta. Peserta memilih kontrasepsi ini karena tidak menginginkan anak kembali lagi.

“Karena itu khusus untuk pasangan-pasangan atau orang tua- orang tua yang sudah cukup untuk anak-anaknya baru bisa ikut KB,” ujarnya. “Kemudian secara sosial hubungan dia dengan masyarakat baik-baik, dan tidak untuk tujuan yang negatif.” (liputan6)

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan