Trump Klaim Militer AS Gunakan Senjata Rahasia untuk Lumpuhkan Pertahanan Venezuela

Trump Klaim Militer AS Gunakan Senjata Rahasia untuk Lumpuhkan Pertahanan Venezuela

DAVOS, LELEMUKU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan provokatif di World Economic Forum (WEF) ke-56 di Davos, Swiss, pada Rabu 21 Januari 2026 waktu setempat. 

Trump mengklaim bahwa militer AS baru saja menggunakan senjata baru yang belum pernah didengar dunia untuk mengakhiri konflik di Venezuela tanpa perlawanan berarti.

Menurut Trump, senjata tersebut mampu membuat sistem pertahanan buatan Rusia dan Tiongkok menjadi "kacau balau" sehingga musuh tidak mampu menembakkan satu peluru pun. Ia bahkan menyebutkan satu rudal anti-pesawat jatuh tepat di samping peluncurnya sendiri. Pasca intervensi tersebut, Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan bagi hasil minyak dengan Venezuela sebesar 50 juta barel.

Trump menegaskan bahwa kehebatan militer AS saat ini jauh melampaui apa yang dipahami publik dunia. Ia menyatakan bahwa senjata ini merupakan bagian dari kemampuan teknologi canggih AS yang belum diungkap secara terbuka sebelumnya.

Pernyataan Trump disampaikan dalam sesi pidato khusus di hadapan para pemimpin bisnis dan pejabat pemerintah dari berbagai negara. Ia tidak memberikan detail teknis mengenai jenis senjata tersebut, apakah berupa senjata elektronik, cyber, elektromagnetik, atau teknologi lain.

Hingga saat ini, pemerintah Venezuela maupun Rusia dan Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Trump. Kementerian Pertahanan Venezuela juga belum mengeluarkan pernyataan mengenai adanya insiden yang melumpuhkan sistem pertahanan udara mereka.

Kesepakatan bagi hasil minyak 50 juta barel yang disebut Trump diyakini berkaitan dengan upaya AS untuk mengamankan pasokan energi dan mengurangi ketergantungan pada minyak dari Timur Tengah. Namun, detail kesepakatan tersebut, termasuk durasi, harga, dan mekanisme pembagian, belum dijelaskan lebih lanjut.

Pernyataan ini menambah daftar klaim kontroversial Trump selama kunjungannya di Davos, termasuk rencana akuisisi Greenland dari Denmark dan pembentukan Board of Peace. Pernyataan mengenai senjata rahasia ini langsung menjadi sorotan media internasional dan memicu spekulasi mengenai kemungkinan operasi militer rahasia AS di Venezuela.(evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya