Trump Incar Greenland dengan Negosiasi Segera untuk Akuisisi Wilayah Denmark
DAVOS, LELEMUKU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan segera memulai negosiasi untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark. Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berpidato di World Economic Forum (WEF) ke-56 di Davos, Swiss, pada Rabu 21 Januari 2026 waktu setempat.
Trump menegaskan bahwa secara geografis Greenland merupakan bagian dari Amerika Utara dan menjadi kepentingan keamanan nasional inti bagi Amerika Serikat.
Ia mengkritik Denmark karena dinilai gagal memperkuat pertahanan wilayah tersebut meskipun telah berjanji sebelumnya. Menurut Trump, Amerika Serikat adalah satu-satunya kekuatan yang mampu melindungi "bongkahan es raksasa" itu dari ancaman strategis.
Presiden Trump juga menyebut Denmark "tidak tahu terima kasih" karena Amerika Serikat pernah menyelamatkan wilayah tersebut selama Perang Dunia II.
Ia menekankan bahwa kepemilikan penuh atas Greenland, bukan sekadar status sewa atau kerja sama militer, sangat penting untuk menghadapi ancaman dari Rusia dan Tiongkok di Arktik.
Pernyataan ini merupakan pengulangan dari proposal serupa yang pernah dikemukakan Trump pada masa kepresidenan pertamanya tahun 2019, ketika ia secara terbuka menyatakan minat membeli Greenland. Saat itu, pemerintah Denmark menolak mentah-mentah ide tersebut dan menyebutnya "absurd".
Kini, dengan Trump kembali menjabat, pengumuman di forum ekonomi global ini mengejutkan banyak peserta WEF. Trump menyatakan bahwa negosiasi akan dimulai segera dan menegaskan bahwa AS siap membahas berbagai opsi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, termasuk kompensasi ekonomi yang signifikan bagi Denmark.
Pemerintah Denmark belum memberikan respons resmi atas pernyataan Trump tersebut hingga berita ini disusun. Namun, Perdana Menteri Denmark sebelumnya pernah menegaskan bahwa Greenland bukan untuk dijual dan statusnya sebagai wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark tetap tidak dapat dinegosiasikan.
Greenland, wilayah otonom terbesar di dunia dengan luas sekitar 2,1 juta kilometer persegi, memiliki populasi sekitar 56.000 jiwa. Wilayah ini strategis karena letaknya di Arktik, memiliki cadangan sumber daya alam yang melimpah, serta pangkalan militer AS di Thule yang telah ada sejak Perang Dingin.
Pengumuman Trump ini memicu perdebatan mengenai kedaulatan wilayah, geopolitik Arktik, serta hubungan transatlantik di tengah meningkatnya persaingan kekuatan besar di kawasan kutub utara.(evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri